
Kunjungi PMI di Hongkong, Gubernur Jawa Timur Tawarkan Pelatihan Bisnis di Indonesia

Surabaya – Khofifah Indar Parawansa menawarkan pelatihan keterampilan bisnis digital kepada pekerja migran Indonesia (PMI) yang berasal dari provinsi setempat ketika ingin kembali dan ingin berkarir di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur tersebut menyampaikannya saat bertemu dengan 100 PMI asal Jatim di Hongkong.
Khofifah mengatakan bahwa sebagian PMI sudah memiliki keterampilan yang didapat ketika bekerja di luar negeri.
“Kami akan kembali menguatkan keterampilan mereka, terutama agar bisa mengembangkan bisnis secara digital ketika pulang ke kampung halaman,” kata Khofifiah melalui pesan tertulis, dilansir dari ANTARA, Senin (15/05/2023).
Pada kesematan itu, disampaikan pelatihan untuk menguatkan keterampilan PMI dapat dilakukan di Kampus Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Shopee, Malang, Jatim.
“Kampus Shopee terletak di Unit Pelaksana Teknis atau UPT milik Dinas Koperasi dan UMKM Jatim di Malang. Bisa memfasilitasi pelatihan per kelompok yang terdiri dari 40 orang selama tiga bulan secara gratis. Keterampilan yang diajarkan mulai dari konsultasi produk, fotografi produk, hingga pemasaran secara digital,” kata Khofifah.
Materi pelatihan terdiri atas penyiapan produk dengan kualitas yang terstandarisasi, memotret produk sehingga orang tertarik membeli, cara memasarkan produk secara digital, serta diajarkan keterampilan pidato.
“Di kampus Shopee ada ruangan khusus yang mengajarkan berjualan secara live streaming. Kalau sudah tiga bulan, mereka diharapkan menjadi top marketer karena penjualannya sudah harus berbasis daring,” tuturnya.
Khofifah berharap, pertemuan dengan perwakilan PMI di Hongkong menghasilkan rekomendasi usulan program yang nantinya dapat dimasukkan dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) milik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Kalau tidak memungkinkan, maka kami menyiapkan berbagai macam program keterampilan baik yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Jatim,
“Bisa juga menggunakan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Jatim,” ucapnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



