VOICEINDONESIA.CO, Medan – Di tengah maraknya modus kejahatan lintas negara yang semakin canggih, bekal pengetahuan calon pekerja migran Indonesia (PMI) sebelum berangkat menjadi semakin krusial.
Balai Pelayanan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara menggelar Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) bagi calon PMI yang akan bekerja di Malaysia pada Kamis (2/7/2026), dengan menekankan literasi sebagai kunci perlindungan sejak dini.
Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta Nani Nurani Muksin yang hadir sebagai pemateri menegaskan semakin tinggi literasi yang dimiliki calon PMI, semakin besar kemampuan mereka untuk melindungi diri dari berbagai bentuk eksploitasi.
"Semakin tinggi literasi yang dimiliki calon pekerja migran, semakin besar pula kemampuan mereka untuk mengambil keputusan yang tepat, menghindari informasi palsu, memahami kontrak kerja, dan melindungi diri dari berbagai bentuk eksploitasi," katanya dilansir Senin (6/7/2026).
Nani menegaskan OPP bukan sekadar formalitas administratif melainkan investasi pengetahuan yang menentukan kualitas perlindungan PMI sejak sebelum berangkat.
"OPP harus dipahami sebagai investasi pengetahuan bagi calon pekerja migran. Mereka tidak hanya dibekali informasi tentang pekerjaan, tetapi juga pemahaman mengenai hak, kewajiban, budaya negara tujuan, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi persoalan selama bekerja di luar negeri," ujarnya.
Melalui OPP, peserta memperoleh pembekalan soal budaya dan aturan di negara tujuan, isi perjanjian kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga pencegahan tindak pidana perdagangan orang.
Nani menekankan perlindungan PMI tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi perguruan tinggi, masyarakat, perusahaan penempatan, dan keluarga untuk menciptakan ekosistem migrasi yang aman dan berkelanjutan.



























