
Lolos dari Dugaan Korban TPPO,Paspor di Sita CALO,lalu diminta Tebusan 10 Juta
VOICEINDONESIA,JAKARTA - Dini Padiani (41) warga Kp.Lempengan,Kabupaten Bandung,Jawa Barat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Meminta bantuan agar paspor yang di tahan calo dikembalikan.
Sebelumnya ia adalah salah satu korban dugaan korban TPPO yang akan diberangkatkan ke wilayah timur tengah untuk dijadikan pembantu rumah tangga,pada tanggal 23 November 2021 Dini adalah salah satu dari Orang 50 Calon Pekerja Pekerja Migran Indonesia (CPMI),diduga korban TPPO yang akan di Berangkatkan ke Timur Tengah (Dubai ) dan berhasil Kembali ke kampung halaman atas pemberitaan VOICE Indonesia.
Pada hari kami 16 Desember Kantor Berita VOICE Indonesia mendapat kabar dari ibu dini,ia menceritakan bahwa Paspor miliknya tak kunjung dikembalikan .
BACA JUGA : Diduga Korban TPPO,50 CPMI akan Dikirim ke Dubai
“Asalamualaikum pa,Pa maap ganggu waktu nya,Pa saya mau minta tolong bisa ga ambilin pasport saya yg di tahan di seponsor pa,” kata Dini melalui Pesan WhasApp Kamis (16/12/2021)
Tim Redaksi mencoba untuk memastikan siapa nama orang yang meminta bantuan ke kantor berita VOICE Indonesia ,ia menjawab bahwa ia adalah ibu dini .
“Pak saya teh dini,Yang temen pa Y,” kata dini mempertegas bahwa ia adalah salah satu PMI yang gagal terbang atas dugaan korban TPPO.
Tim redaksi lalu meminta nomor telepon Sponsor (calo) yang ia maksud guna untuk memastikan beberadaan Paspor yang ia miliki lalu setelah tim redaksi mendapatkan nomor telepon yang dimaksud,lalu tim redaksi mencoba memulai komunikasi dengan ibu HN.
“Waalaikum slm,Mohon maaf pak sy bukn sp nya,Sy hanya jd sopir,Mohon maaf pak tolong tanyakan ke dini Spakah dia membawa paspor saat itu?,Apakah dia membawa paspor?,Setau saya dia BAP biometrik y pak Tdk bawa paspor sm skli.,Klpun sdh di paspor Pastinya pihak kantor yg membiayai smua bekas proses,” kata HN saat di konfirmasi lewat pesan WhatsApp Kamis (16/12/2021 )
Dari balasan ibu HN tersebut ia tidak mengakui jika ia sebagai Sponsor (calo) melainkan ia sebagai Sopir,dan ia juga mengatakan bahwa ibu dini saat membuat paspor kena BAP Biometrik dan menegaskan bahwa ibu dini tidak membawa paspor dan di pertegas bahwa ia mengatakan kantor yang membiayai pembuatan Paspor Tersebut,namun saat dikonfirmasi Kantor apa yang membiayain pembuatan paspor tersebut ia engan menjelaskan.
HN menegaskan bahwa ia sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk ibu dini dan pembuatan Paspor.
“Pertama dia sdh terima uang y pak,Dan papsorpun pasti pke biaya,” ujar HN
Lebihlanjut HN menjelaskan agar ibu dini mentranfer uang 10 juta ke rekening Bank Central Asia (BCA) atas nama BS sebagai tebusan,diketahi bahwa BS adalah Sponsor Kmpung yang membawa dini ke Jakarta.
“Tf saja 10juta jika sdh masuk uangnya paspor mungkin sy ushaakn untuk bicara ke sponsornya nya agar d berikan ke pd bu dini,” pungkas HN
Sampai berita ini dinaikkan belum ada pihak yang bisa tim redaksi konfirmasi prihal menyita dokumen Negara (Paspor ) milik ibu dini. (red)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



