
Menaker: SDM Unggul Faktor Penentu Reindustrialisasi dan Daya Saing

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor penentu dalam mendorong reindustrialisasi dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.
Menaker dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin, menyampaikan sejumlah tantangan ketenagakerjaan nasional harus segera diatasi. Mulai dari rendahnya Human Capital Index Indonesia (0,540, masih di bawah rata-rata ASEAN), hingga ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kita tidak bisa bicara industri masa depan dengan SDM yang masih hidup di masa lalu. Transformasi total dibutuhkan sekarang juga,” kata Yassierli.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusung tiga strategi utama.
Baca Juga : Layanan TKA di Kemnaker Amburadul, Pengusaha Mengaku Boncos Ratusan Juta
Pertama, revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi pusat pelatihan modern berbasis project-based learning dengan fokus pada keterampilan digital dan teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Internet of Things (IoT), dan Big Data. “Kami ingin lulusan BLK punya pengalaman nyata, bukan hanya teori,” ujar Menaker.
Kedua, peluncuran program Gerakan Nasional Produktivitas yang melibatkan dunia industri dan asosiasi profesional untuk mempercepat pencetakan SDM unggul yang kompetitif secara global.
Ketiga, pengembangan sistem Employment Outlook, yaitu sebuah sistem proyeksi kebutuhan tenaga kerja masa depan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan kurikulum pendidikan nasional. “Acuan ini digunakan agar lulusan tidak sekadar pintar, tapi juga relevan dan siap kerja,” kata Yassierli.
Menaker juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam mewujudkan reindustrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Reindustrialisasi adalah kerja bersama. Pemerintah hanya bisa jadi orkestrator, keberhasilannya bergantung pada harmoni semua pihak,” ujar Yassierli. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



