
Menaker: Sinergi Pejabat Madya Penting Untuk Kemajuan Ketenagakerjaan

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menekankan pentingnya sinergi bagi para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya demi kemajuan ketenagakerjaan Indonesia.
Menaker Yassierli menyampaikan itu dalam pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan di Ruang Tridharma Kemnaker Jakarta, Senin.
Menaker Yassierli menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan implementasi Sistem Merit dalam Manajemen ASN serta upaya mewujudkan tata kelola yang baik (good governance) berbasis kompetensi.
“Hari ini, kita telah membentuk tim kerja yang solid dan sesuai kompetensi. Saya berharap para pejabat yang dilantik dapat menunjukkan kemampuan maksimal untuk kemajuan Kementerian Ketenagakerjaan,” ujar Menaker, dikutip dari keterangan resmi.
Baca Juga : Menaker Terbitkan Peraturan Baru Terkait JKK, JKM dan JHT
Lebih lanjut, Menaker menginstruksikan para pejabat yang dilantik untuk segera beradaptasi dengan tugas baru serta bekerja dengan tanggung jawab, disiplin, dan memiliki loyalitas yang tinggi.
“Pejabat tinggi madya merupakan ujung tombak dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan strategis. Posisi saudara sangat penting dalam mendukung kinerja kementerian,” kata Yassierli.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menghilangkan ego sektoral serta meningkatkan koordinasi dan kolaborasi guna membangun sinergi yang baik.
“Jabatan bukan untuk menikmati fasilitas negara, melainkan sarana pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara,” kata Menaker.
Adapun Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kemnaker yang dilantik adalah Anwar Sanusi (Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan), Roni Dwi Susanto (Inspektur Jenderal), Fahrurozi (Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3), Darmawansyah (Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja).
Lebih lanjut, Indah Anggoro Putri (Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja), Agung Nur Rohmad (Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas/Binalavotas), Estiarty Haryani (Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga), Haryanto (Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional), Aris Wahyudi (Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan), dan Ismail Pakaya (Staf Ahli Bidang Sosial Politik dan Kebijakan Publik). *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



