VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Kolaborasi Pangkas Kesenjangan Kompetensi SDM dan Lapangan Kerja

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
menteri-ketenagakerjaan-yassierli-saat-hadir-di-acara-penand-w3el
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli(Foto: Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebut kolaborasi pemerintah, industri, asosiasi, dan akademisi dapat menjawab masalah kesenjangan kompetensi. Menurutnya, kolaborasi itu juga bisa mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing.

"Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata," kata Yassierli di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Yassierli mengapresiasi langkah PT Panasonic Gobel Indonesia, APITU Indonesia, dan Universitas Darma Persada (Unsada) yang menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) tripartit dalam rangkaian Seminar Nasional HVAC-R 2026.

Ia menyebut kemitraan tersebut sebagai contoh konkret link and match. "Industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing," ujarnya.

Melalui MoU itu, ketiga pihak sepakat membangun ekosistem kerja sama link and match. Cakupannya meliputi upskilling, riset, magang industri, sertifikasi profesi, hingga penyerapan tenaga kerja teknik. Unsada menyiapkan sarjana teknik yang adaptif dan siap pakai. APITU Indonesia, sebagai asosiasi praktisi pendingin dan tata udara, mendorong standar kompetensi kerja. Panasonic Gobel Indonesia menghadirkan transfer teknologi dari industri.

Seminar tersebut mengangkat tema Membangun Masa Depan Smart & Green Building: Sinergi Industri, Akademisi, dan Profesional dalam Membangun SDM Kompeten dan Berdaya Saing. Kegiatan ini lahir dari kebutuhan meningkatkan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) teknik seiring pesatnya perkembangan teknologi Heating, Ventilation, Air Conditioning, and Refrigeration (HVAC-R).

Yassierli menjelaskan, sektor tata udara dan pendingin memiliki peluang kerja besar karena kebutuhan teknisi HVAC-R akan terus tumbuh, mulai dari gedung pintar dan ramah lingkungan hingga rantai dingin untuk pangan dan logistik.

"Ini peluang yang harus kita siapkan SDM-nya sejak di bangku kuliah," katanya.

Rektor Unsada Agus Salim Sadikin menyatakan kehadiran Training Center Panasonic memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. "Bagi Unsada, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri," katanya.

Ia menambahkan, pihak kampus menginginkan lulusan yang menguasai teori sekaligus terampil di lapangan. "Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara teori, misalnya memahami siklus refrigerasi dan perhitungan beban pendinginan, tetapi juga terampil di lapangan dan siap bekerja maupun berwirausaha," ujarnya.

M. Arif Rachmat Gobel dari PT Panasonic Gobel Indonesia mengatakan Training Center ini menjadi wujud komitmen perusahaan terhadap pengembangan SDM nasional. Menurutnya, teknologi tata udara terus bergerak menuju sistem yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Melalui Training Center ini, kami ingin mahasiswa dan teknisi mendapatkan pengetahuan produk dan teknologi terkini, sehingga Indonesia memiliki tenaga ahli yang siap mendukung pembangunan smart and green building," katanya.

Ketua Umum APITU Indonesia Agus Susilo menekankan pentingnya standar kompetensi bagi teknisi tata udara. Ia menyebut profesi di bidang pendingin dan tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar.

"Lewat kemitraan ini, para praktisi APITU siap berbagi pengalaman lapangan, membuka jejaring profesional, dan mendukung sertifikasi agar mahasiswa maupun teknisi mampu menjawab perkembangan teknologi dan regulasi, termasuk mutu rantai dingin," kata Agus Susilo.

Pilihan Redaksi

Kemenimipas Batalkan Bebas Bersyarat Indra KenzImigrasi

Kemenimipas Batalkan Bebas Bersyarat Indra Kenz

Afifah· 08 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.