
Menteri P2MI Lantik Pejabat di Desa PMI Karawang

VOICEINDONESIA.CO, Karawang - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding melantik dan mengambil sumpah jabatan 19 pejabat administrator, pengawas dan mengukuhkan 4 staf khusus KP2MI di balai Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Karawang, Jumat (10/1/2025).
"Pelantikan ini dilakukan ditempat berbeda. Desa ini sebagai besar warganya Pekerja Migran, ini adalah desa nelayan. Karena kami ini baru, kami ingin lebih dekat, lebih dari 50 persen warga Desa Ciparagejaya adalah Purna PMI," ujarnya.
Menteri Karding mengatakan, mudah mudahan kegiatan ini membawa keberkahan untuk semua dan pelantikan ini bukanlah pencitraan.
Baca Juga: Ditjen Imigrasi tangkap warga negara AS buronan US Marshals
"Agar seluruh pejabat baik Menteri dan wakil Menteri memahami Pekerja Migran, kita tahu sumber pekerja migran berada di Desa. Kita tidak mau membuat program yang tidak nyambung. Ini dalam rangka kita menjiwai denyut nadi pekerja migran Indonesia," bebernya.
Karding berpesan, agar seluruh pejabat yang dilantik untuk lebih fokus dari hulu ke hilir mengurus pekerja migran Indonesia.
"Pak Prabowo sudah fokus dan lama konsen ke Pekerja Migran. Mandat ini harus kita perjuangkan tidak boleh kita sia siakan. Harapannya untuk memberikan perlindungan pekerja migran Indonesia dari hulu hingga hilir," ujarnya.
Menteri Karding mengungkapkan, bahwa 80 persen Pekerja Migran yang dikirim sebagai domestik workers. Namun, sedikit demi sedikit harus diganti dengan Pekerja Migran skills, dengan otomatis akan memperbaiki perlindungan.
Baca Juga: Prabowo Dorong Kebijakan Pro Rakyat di Sektor Perumahan dan Permukiman
"Dunia berubah, budaya berubah, Pekerja Migran juga banyak dinamika. KP2MI harus berubah kultural nya. Jika tidak, kasihan rakyat kita yang bekerja di luar negeri karena taruhannya nyawa," gugah nya.
Secara detail, Menteri Karding mengingatkan, kepada pejabat yang dilantik adalah dapur Kementerian. Jika bermasalah maka Kementerian ini akan pincang. Ia ingin semua bekerja keras untuk bersungguh-sungguh menjiwai para pekerja migran.
"Jangan coba-coba dengan judi online, jangan korupsi, jangan narkoba. Kalau ada ditemukan akan saya copot. Ini pesan pak Presiden," tegasnya.
Menteri Karding juga meminta untuk mengurangi perjalanan Dinas, jangan terlalu banyak seremonial yang menghamburkan uang. Tidak hanya itu, pembelian dan biaya beli alat tulis bisa di kurangi.
"Ini pesan yang terpenting, kita harus kompak harapan saya harus super kompak. Jangan mengedepankan ego sektoral. Komunikasi antara Sub Bagian harus kompak. Inilah prinsip dan amanah," imbuh Karding.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



