
Menteri PPMI: Sigi harus sediakan BLK khusus untuk CPMI

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia meminta Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulteng menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus untuk pekerja migran Indonesia (PMI) berasal dari daerah itu.
"Kami minta pemerintah daerah membantu menyediakan BLK khusus untuk pekerja migran Indonesia sehingga masyarakat yang hendak ke luar negeri bisa dilatih skill-nya di tempat tersebut," kata Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding di Desa Langaleso, Sigi, Kamis.
Ia menuturkan ke depan semua kabupaten di Sulawesi Tengah dapat menjadi kantong-kantong pekerja migran untuk ke luar negeri. "Tugas kami fokus dalam memberdayakan dan melindungi semua migran selama bekerja di luar negeri," ucapnya.
Ia mengatakan bahwa Pemkab Sigi cukup responsif berkaitan dengan PMI. "Tentunya banyak potensi yang bisa didorong untuk bisa bekerja di luar negeri dan sudah banyak PMI dari Sigi berhasil bahkan membuka usaha di daerah asalnya," ujarnya.
Abdul Kadir Karding mengimbau semua masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri dapat berangkat secara prosedural. "Jangan berangkat kalau tidak punya skill dan tidak memahami bahasa dasar negara tujuan serta jika sudah bekerja maka harus pandai mengatur keuangan sehingga dapat dikirimkan untuk keluarganya di kampung," ujarnya.
Baca Juga : Imigrasi Nunukan Tunda Tiga CPMI Terindikasi Non Prosedural
Permintaan Jepang untuk PMI tahun 2025 mencapai 225 ribu orang. "Kami terus berkomitmen memperbaiki regulasi yang ada agar semua pekerja migran dapat terdata dengan lengkap di Kementerian PPMI dan ke depan para calo ini harus dihilangkan, intinya kami ingin memastikan pekerja migran terlindungi dan aman selama bekerja di luar negeri," katanya.
Ia mengatakan pekerja migran yang sudah selesai bekerja di luar negeri dapat kembali ke daerah asalnya untuk membuka usaha, bahkan menciptakan lapangan kerja baru. "Harapannya pekerja migran ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat di daerah itu," katanya.
Menteri PPMI Abdul Kadir Karding meresmikan lima desa migran produktif di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, yaitu Langaleso, Sibowi, Pesaku, Kaleke, dan Baluase. *
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



