
Miris! TKW asal NTB Disekap hingga jadi Budak Seks di Dubai

VOICEINDONESIA.CO,Jakarta - Cerita menyedihkan dari Pekerja Migran Infonesia (PMI) tidak pernah ada habisnya. Kali ini kembali datang dari seorang TKW bernama Baiq Ayu Wahyuni (25) yang bekerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).
TKW Indonesia asal Desa Bunut Baok,Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ,ini menceritakan pengalaman hidupnya yang sangat mengenaskan.
Baca Juga : BP2MI Undang Instansi Terkait Bahas Penempatan PMI ke Negara Kompetitif
Bagaimana tidak, bukan gaji besar yang diterima, Wahyuni malah di sekap sesama WNI di Dubai bahkan dijual ke WNA lain sesama pekerja migran di Dubai,ia bahkan di paksa untuk melayani tamu hingga 20 orang setiap harinya.
Wahyuni menceritakan, peristiwa memilukan tersebut terjadi ketika ia berhasil kabur dari rumah majikan karena dijanjikan pekerjaan sebagai Cleaning Service dengan gaji yang menggiurkan, dalam video yang berdurasi satu menit empat belas detik yang di terima VOICEIndonesia.co pada Rabu 19 Juni 2024 dini hari.
Baca Juga : Dubes ajak WNI di Brunei maknai perayaan Idul Adha
"Nama saya Baiq Ayu Wahyuni umur saya 24 tahun,saya berangkat kemarin tanggal 21 mei dari pt.bpjn jakarta,saya minta tolong,saya disini di sekap,di jual ke orang bangali oleh sesama orang indonesia sendiri,saya di iming-iming kerja di Cleaning Service dengan gaji 3000 AED," ujar Wahyuni dalam keterangan melalu video yang di terima rabu (19/6/2024).
Lanjutnya menceritakan,semua barang berharga miliknya di rampas dan ia diminta untuk melayani Peria Hidung belang hingga 20 orang setiap harinya.
"Mereka menjebak saya,semua barang,harta hp saya di rampas oleh mereka,saya minta tolong yang sebenar-benarnya,bebasin saya dari ini,saya dijual ke Orang Bangali sehari harus dapat melayani Customer 20 orang,kalo gak ngelayanin kita di pukul,kita gak di kasih makan,makan pun dari hasil kerja kita sendiri ,kalo gak ada Customer kita gak boleh ngapa-ngapain," ratap Wahyuni dalam kondisi menangis.
Baca Juga : Hari Pengiriman Uang Keluarga Pengakuan Kontribusi PMI
Sampai berita ini di tayangkan belum ada kabar terbaru dari wahyuni,jurnalis VOICEIndonesia.co masih terus mencoba menghubungi kementrian lembagga terkait untuk memastikan kondisi wahyuni apakah bisa di Tangani oleh pihak perwakilan pemerintah RI di Dubai.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



