
Naas, Tarmiah Diduga Korban TPPO Asal Lampung Dimintai Ganti Rugi Majikan di Suriah

Jakarta – Tarmiah yang merupakan PMI asal Lampung yang diduga menjadi korban TPPO di Suriah hingga kini belum bisa kembali pulang ke rumahnya.
Setelah mengalami sakit kepala dan sulit bicara akibat kerja terlalu capek, Tarmiah masih diminta majikan untuk bekerja.
Tak hanya itu, naasnya Tarmiah diminta ganti rugi oleh majikan dan pihak agensi jika ia ingin kembali ke rumah.
“Pihak agensi dan majikan minta ganti rugi. Baru dipulangin. Pada keluarga saya mau jual rumah saya tapi kalau rumah saya dijual untuk menebus saya, saya mau tinggal dimana,” Ungkap Tarmiah melalui WhatsApps pada VOICE Indonesia, Rabu 5 April 2023.
Tarmiah pun meminta bantuan kepada Jokowi hingga donasi dari pemerintah agar bisa membayar ganti rugi.
Saat ini kondisi Tarmiah cukup memprihatinkan dan terus meminta bantuan pada pemerintah untuk dipulangkan ke Indonesia.
“Segenap jajaran pemerintah yang memegang hak hukum ini untuk memulangkan saya ke Indonesia. Semoga atas bantuan bapak sekalian, saya bisa pulang ke Indonesia,” ujar Tarmiah.
Sebelumnya anak Tarmiah bernama Muhammad Riduan sudah mengadukan kondisikan ibunya pada Asosiasi Masyarakat Indonesia (APMI) yang diteruskan ke Direktorat WNI pusat. Namun hingga kini belum menerima respons apapun baik dari pihak swasta maupun pemerintah.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



