VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Pemerintah Bidik Fiji sebagai Pasar Baru Pekerja Migran Terampil

Afifah - VOICEIndonesia.co
Pemerintah Bidik Fiji sebagai Pasar Baru Pekerja Migran Terampil
Pemerintah Bidik Fiji sebagai Pasar Baru Pekerja Migran Terampil

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah menjajaki peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) profesional di sektor hospitality ke kawasan Pasifik, khususnya Republik Kepulauan Fiji. Langkah ini diambil guna merespons tingginya potensi kebutuhan tenaga kerja terampil di industri pariwisata negara tersebut. Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani, menyatakan bahwa posisi seperti chef, manajer hotel, hingga tenaga ahli pariwisata lainnya memiliki peluang besar untuk diisi oleh sumber daya manusia asal Indonesia.

Baca Juga: Siti Anilah Bantah Beri Kuasa ke Pihak Lain

"Kita melihat peluang untuk penempatan tenaga kerja profesional di sektor hospitality cukup terbuka," ujar Christina di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Rencana ini dibahas dalam pertemuan daring antara Wamen Christina dengan Duta Besar RI untuk Fiji, Dupito Dharma Simamora, pada Rabu (15/4). Christina menekankan perlunya pemetaan mendalam mengenai kebutuhan riil di lapangan, standar kompetensi yang diminta, hingga standarisasi besaran upah sebelum penempatan resmi dilakukan.

Baca Juga: Menaker Soroti Minimnya Penguasaan AI di Dunia Kerja Indonesia

Guna mendukung rencana tersebut, Pemerintah Indonesia mendorong optimalisasi Nota Kesepahaman (MoU) Bidang Pariwisata yang telah ditandatangani kedua negara pada 2023. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penempatan kerja, tetapi juga mencakup program magang (on the job training) bagi siswa SMK dan politeknik pariwisata.

"Kami melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama pelatihan dan magang bagi siswa vokasi, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja internasional sebelum masuk ke pasar kerja global," jelas Christina. Selain sektor pariwisata, Wamen Christina juga menyoroti penguatan pelindungan bagi awak kapal perikanan (ABK) Indonesia di kawasan Pasifik.

Mengingat Fiji merupakan salah satu titik persinggahan utama kapal perikanan internasional, KP2MI mendorong adanya MoU khusus terkait pelindungan ABK guna mengantisipasi praktik rekrutmen yang tidak transparan. Christina berharap kerja sama dengan Fiji ini dapat menjadi model awal yang bisa direplikasi di negara-negara Pasifik lainnya seperti Kiribati, Nauru, dan Tuvalu.

“Kami berharap penjajakan ini dapat menghasilkan langkah konkret, baik pembukaan akses kerja bagi pekerja migran profesional maupun penguatan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut," pungkasnya. (af/hi)

Pilihan Redaksi: Rezim Baru Imigrasi: Sapu Bersih Benalu Perbatasan!

Baca Berita Lainnya di Google News 

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
#Hospitality#Pariwisata#PMI
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.