
Kemendikdasmen Siapkan Pekerja Terampil Lewat Lembaga Kursus dan Pelatihan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah gencar mendongkrak standardisasi kompetensi serta memperluas jaringan global Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) di seluruh Indonesia.
Langkah strategis ini dipacu guna mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap pakai dan mampu bersaing memperebutkan pasar kerja formal di kancah internasional.
Pemerintah membidik ceruk pasar luar negeri karena sifat pendidikan non-formal dinilai jauh lebih lincah dan adaptif dalam merespons dinamika kebutuhan industri modern ketimbang pendidikan formal.
Karakteristik pelatihan yang fleksibel dan berdurasi pendek membuat lulusan LKP menjadi andalan utama pemerintah dalam mempercepat pengurangan angka pengangguran terdidik dan menggenjot serapan angkatan kerja.
“Pendidikan kursus dan pelatihan memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja maupun meningkatkan kompetensi angkatan kerja yang telah ada,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Tatang memaparkan bahwa orientasi LKP saat ini sudah harus bergeser ke arah pemenuhan kebutuhan bursa kerja global demi memanfaatkan kelangkaan tenaga kerja terampil di negara-negara maju.
Penguatan mutu kelembagaan pun dijalankan secara terstruktur mulai dari penyelarasan kurikulum dengan standar industri multinasional, peningkatan jam terbang praktik, sertifikasi internasional instruktur, hingga perluasan kemitraan dengan jejaring bisnis global.
“Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional, tetapi juga mampu memenuhi ekspektasi dunia kerja internasional,” jelas Tatang mengenai target mutu lulusan kursus tanah air.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa sektor keterampilan seperti terapis spa (spa therapist) dan pengasuh lansia (caregiver) menjadi komoditas unggulan LKP Indonesia yang mencatatkan lonjakan permintaan sangat tinggi di pasar internasional.
Kedua profesi ini membutuhkan keahlian khusus yang tidak hanya bertumpu pada kompetensi teknis semata, melainkan juga menuntut kekuatan etos kerja, integritas personal, penguasaan bahasa asing, serta empati yang tinggi dalam pelayanan.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal transformasi LKP agar bertaraf internasional secara berkelanjutan.
Pemerintah memfasilitasi ruang diskusi dan kolaborasi lewat program berkala seperti Webinar Seri LKP Mendunia guna menyinkronkan regulasi tata kelola penempatan kerja di luar negeri.
“Kami berharap dapat membangun ekosistem pembelajaran bersama mengenai peluang kerja internasional, kebutuhan kompetensi industri global, tantangan penempatan kerja, serta strategi peningkatan kualitas lulusan pendidikan kursus,” tutur Yaya menjabarkan visi kementeriannya.
Kementerian meminta pengelola LKP di seluruh daerah tidak ragu berinvestasi pada pembaruan alat peraga praktik serta memperketat kelas bahasa asing bagi para peserta didik.
Transformasi masif ini diharapkan mampu mendongkrak citra alumni LKP Indonesia di mata dunia sehingga mereka tidak sekadar menjadi pekerja migran biasa, melainkan menjadi representasi SDM Indonesia yang kompeten, profesional, dan disegani di panggung global. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



