VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Pemerintah Kaji Skema Baru Penempatan PMI di Australia

Afifah - VOICEIndonesia.co2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Pemerintah Kaji Skema Baru Penempatan PMI di Australia
Pemerintah Kaji Skema Baru Penempatan PMI di Australia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani membuka peluang kerja sama penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Australia usai bertemu Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, di Kantor KP2MI, Rabu (10/9/2025).

Dalam pertemuan itu, Christina menggali opsi skema baru di luar Working Holiday Visa (WHV) yang selama ini terbatas pada kelompok usia tertentu.

Salah satu jalur yang dibahas adalah special stream labor agreement yang prosesnya dilakukan secara daring.

“Banyak masyarakat kita ingin bekerja di sektor peternakan, perkebunan, dan lain-lain. Karena itu, tadi saya menggali lebih lanjut selain WHV, apalagi yang bisa dikerjasamakan,” ujarnya.

Baca Juga: Polda Jatim Amankan Dua Terduga Provokator Kericuhan di Surabaya 

Christina menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan tenaga kerja di Australia sekaligus komunikasi langsung dengan calon pemberi kerja.

Untuk itu, pemerintah akan membentuk tim kecil guna membahas potensi penempatan tenaga kerja Indonesia.

“Agar terlihat kebutuhannya ada di mana. Kemudian mencari tahu lebih lanjut di mana perusahaan-perusahaan yang membutuhkan untuk kemudian mengkoneksikannya dengan kementerian,” jelas politisi Partai Golkar tersebut.

Baca Juga: Imigrasi Bekasi Kembali Buka Layanan Pembuatan Paspor di Plasa Cibubur 

Selain peluang penempatan, pertemuan juga membahas evaluasi MoU Skill Development Exchange Pilot yang ditandatangani kedua negara pada 2023.

Skema ini dinilai belum berjalan optimal sehingga akan ditinjau ulang untuk menyesuaikan kebutuhan Indonesia dan Australia.

Christina menegaskan, meski pembahasan masih tahap awal, peluang kerja sama tenaga kerja cukup terbuka.

“Ada labor shortage (kebutuhan tenaga kerja) di Australia. Prinsipnya, pemerintah ingin setiap skema benar-benar bermanfaat bagi pekerja migran Indonesia,” tegasnya.

Ringkasan AI

**Rangkuman Berita:** Wakil Menteri P2MI Christina Aryani bertemu Duta Besar Australia untuk membahas skema baru penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di luar Working Holiday Visa yang ada saat ini, termasuk opsi special stream labor agreement dengan proses daring. Pemerintah akan membentuk tim kecil untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja Australia di sektor peternakan, perkebunan, dan lainnya, serta menghubungkannya dengan perusahaan yang membutuhkan. Selain itu, kedua negara akan meninjau ulang MoU Skill Development Exchange Pilot yang ditandatangani pada 2023, dengan peluang kerja sama yang dinilai cukup terbuka mengingat adanya kekurangan tenaga kerja di Australia.

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea SelatanPekerja Migran Indonesia

Kemlu Angkat Bicara Soal Dugaan TPPO yang Libatkan WNI di Korea Selatan

Afifah· 31 August 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.