
Pemerintah Siapkan Evakuasi Gelombang Kedua WNI dari Yaman

VOICEINDONESIA.CO, Tangerang - Pemerintah Indonesia menyiapkan evakuasi gelombang kedua untuk 18 warga negara Indonesia (WNI) dari Yaman setelah berhasil memulangkan 10 WNI pada gelombang pertama.
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan, pihaknya akan mengevakuasi 18 orang WNI dari Yaman dalam waktu dekat ini setelah negara setempat menyelesaikan proses keimigrasian.
"Pemerintah RI saat ini juga berencana memfasilitasi evakuasi gelombang kedua. Hingga saat ini sebanyak 18 WNI telah menyatakan kesediaannya untuk mengikuti proses evakuasi gelombang kedua tersebut yang mayoritas merupakan perempuan, anak dan lansia," jelasnya di Tangerang, Kamis (22/5/2025).
📖 Baca Juga ↗Sepuluh WNI Tiba di Tanah Air Setelah Evakuasi dari YamanSebelumnya, pemerintah Indonesia telah mengevakuasi 14 WNI dalam gelombang pertama pada tanggal 17-18 Mei 2025. Sepuluh orang diantaranya memilih kembali ke tanah air, sementara empat WNI lainnya memilih tinggal di Yaman Utara, tepatnya Tarim.
Pemerintah menjalankan evakuasi gelombang pertama melalui jalur darat dari Yaman Wilayah Utara menuju Rumah Pelindungan KBRI Muscat di Kota Tarim, Yaman Wilayah Selatan, selama 35 jam perjalanan darat.
Para WNI kemudian melanjutkan perjalanan ke Salalah, Oman, pada Rabu (21/5/2025) dan pemerintah menerbangkan mereka menuju Jakarta.
📖 Baca Juga ↗Kemlu RI Fasilitasi Pemulangan Warga Malaysia dari YamanKBRI Muscat telah menetapkan status Siaga I untuk wilayah Yaman Utara yang meliputi wilayah Hudaidah, Sana'a, Dhamar, Taizz, dan Turbah, menyikapi situasi keamanan di Yaman Wilayah Utara.
"Beberapa langkah pelindungan telah diambil pemerintah, antara lain koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga terkait, pembaruan data WNI di wilayah Yaman, pemutakhiran rencana kontingensi termasuk rute evakuasi, serta koordinasi dengan pihak berwenang setempat untuk menjamin safe corridor pergerakan WNI ke wilayah yang lebih aman," paparnya.
Judha mengimbau kepada WNI yang hendak menjalani atau yang berada di Yaman agar tetap waspada, menghindari lokasi yang rawan maupun kerumunan massa, meminimalisasi pergerakan yang tidak perlu, serta menjalin komunikasi erat dengan KBRI Muscat.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



