
Perdana di Tahun 2023, BP2MI Gelar Preliminary Education Bagi 1.250 CPMI

VOICEINDONESIA.CO,Depok - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), perdana di tahun 2023 melakukan preliminary education. Pelaksanaan Preliminary Education (Prelim), atau Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) selama lima hari, lima malam bagi para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program Government to Government (G to G) ke Korea Selatan di depok.
Pelaksanaan Prelim yang digelar dari tanggal 16-21 Januari 2023 ini dilakukan di lima lokasi, yaitu Kinasih Resort Depok sebanyak 300 CPMI, BBGP Parung sebanyak 300 CPMI, BBPPMPV Bispar Depok sebanyak 250 CPMI, Primebiz Hotel Cikarang sebanyak 200 CPMI, dan Citra Inn Hotel sebanyak 200 CPMI.
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, mengatakan di awal tahun 2023, BP2MI menggelar Prelim bagi CPMI Program G to G Korea dengan total 2.500 orang. Untuk periode ini ada 1.250 orang, dan di tanggal 27 Januari-1 Februari 2023 sebanyak 1.250 orang.
Selain itu, Benny memaparkan, pemberangkatan PMI juga terus dilakukan oleh BP2MI, yang terdekat adalah di tanggal 30 Januari 2023 akan ada sekitar 300 orang yang diberangkatkan ke Korea. Bersamaan dengan itu, BP2MI juga telah melakukan pelaksanaan verifikasi dokumen untuk 35 ribu para pendaftar Program G to G ke Korea di tahun 2023.
“Memang terjadi lonjakan yang sangat tinggi untuk Program G to G Korea. Di tahun 2022, penempatan PMI ke Korea menembus 12 ribu orang. Padahal selama ini tidak pernah terjadi, setiap tahun rata-rata hanya 4-6 ribu. Begitu pula untuk pendaftar program G to G Korea, jumlah tertinggi hanya mencapai 24 ribu, tapi di tahun 2023 ini mencapai angka 35 ribu,” ujar Benny saat ditemui di Kinasih Resort, Depok, pada Rabu (18/01/2023).
Sambung Benny, animo masyarakat untuk bekerja ke Korea Selatan itu semakin tinggi. Demikian juga fenomena yang bisa dilihat di negara-negara penempatan lain. Dengan semakin membaiknya kondisi Covid-19 dan negara-negara penempatan juga membuka masuknya tenaga kerja asing, ini juga akan memberi kesempatan dan peluang yang sangat besar pada anak-anak bangsa yang ingin bekerja ke luar negeri.
“Ini juga artinya, kampanye yang dilakukan BP2MI bisa dianggap berhasil. Masyarakat sekarang tahu untuk bekerja ke luar negeri adalah hak setiap warga negara dan pemerintah akan memberikan fasilitas, kemudahan, dan kemurahan biaya. Misalnya, PMI tidak perlu lagi menjual harta untuk modal bekerja atau meminjam ke rentenir, karena negara menyiapkan pinjaman melalui bank pemerintah. Berbagai kemudahan di lapangan dan fasilitas istimewa juga telah kita siapkan, seperti lounge dan fast track khusus bagi PMI, dan berbagai perlakukan hormat lain yang diberikan oleh negara,“ jelas Benny.
Terakhir, Benny berpesan kepada 300 CPMI Program G to G yang mengikuti Prelim di Kinasih Resort Depok.
“Jaga niat kalian dan jaga pesan orang tua. Jangan pernah berpikir kalian berada di titik ini hanya karena diri kalian sendiri, tetapi karena ada peran dan doa mereka. Janji jangan hanya bertemu saya hari ini saja, tapi ketemu lagi dengan kalian yang telah menggunakan jaket kuning untuk saya lepas keberangkatannya ke Korea Selatan ya,” pungkas Benny.***
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



