
Ini Sektor yang Paling Banyak Serap Alumni Program Magang Nasional 2025

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Data serapan alumni Program Magang Nasional 2025 mulai tergambar jelas. Sektor keuangan menjadi penyerap terbesar dengan 23,4 persen alumni yang mendapat penawaran kerja, disusul perdagangan grosir 17,9 persen dan manufaktur 16,5 persen.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengungkapkan data ini dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan.
"Peserta yang mendapatkan penawaran kerja berdasarkan sektor. Ini ada kita lihat ada finance, wholesale trade, kemudian manufaktur, health, akomodasi. Dan ini yang paling besar ini sektor finance, ya, di bidang keuangan," kata Afriansyah pada Senin (6/7/2026).
Secara keseluruhan, 30 persen dari seluruh alumni peserta angkatan pertama sudah ditawari langsung oleh perusahaan tempat mereka magang selama enam bulan.
"Dari data survei juga, anak-anak magang yang kita siapkan, itu rata-rata 30 persen mereka itu setelah magang, diterima di perusahaan tempat mereka bekerja," ujarnya.
Sementara 34 persen alumni belum ditawari namun ada indikasi akan direkrut, dan 36 persen sisanya tidak mendapat tawaran setelah program berakhir.
Untuk Magang Nasional 2026, Kemnaker menargetkan 150 ribu peserta yang dibagi tiga batch dengan pendaftaran batch pertama dibuka 15-28 Juli 2026. Kemnaker juga akan memperbaiki sebaran wilayah, memperluas inklusivitas peserta termasuk penyandang disabilitas, mewajibkan sertifikasi bagi seluruh peserta, serta memperketat monitoring dan evaluasi dari awal hingga akhir program.
Pilihan Redaksi
Pekerja Migran IndonesiaPHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

DPR Minta KP2MI Tingkatkan Transparansi Informasi Peluang Kerja Luar Negeri
Pekerja Migran Indonesia

DPR RI Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Imigrasi di Pintu Keberangkatan PMI
Pekerja Migran Indonesia

Narapidana Lapas Porong Gagal Terima Paket Ekstasi
Daerah

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



