VOICE Indonesia
Ketenagakerjaan

Siapkan Tenaga Kerja Kesehatan dan Kontruksi ke Luar Negeri, PT Timuraya Jalin Kerjasama Dengan BLK Surabaya

Afifah - VOICEIndonesia.co
Siapkan Tenaga Kerja Kesehatan dan Kontruksi ke Luar Negeri, PT Timuraya Jalin Kerjasama Dengan BLK Surabaya
Siapkan Tenaga Kerja Kesehatan dan Kontruksi ke Luar Negeri, PT Timuraya Jalin Kerjasama Dengan BLK Surabaya

VOICEIndonesia.co, Surabaya - Perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) Timuraya Jaya Lestari melakukan kerjasama peningkatan ketrampilan calon tenaga kerja dengan unit pelaksana teknis (UPT) BLK Surabaya dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim.

Kerjasama antara Timuraya Jaya Lestari dan UPT BLK Surabaya tersebut diantaranya yaitu peningkatan ketrampilan bahasa asing untuk tenaga kerja kesehatan dan meningkatkan kemampuan pengelasan pada calon tenaga kerja kontruksi.

Direktur Utama PT Timuraya Jaya Lestari Ahmad Faisol menyampaikan kerjasama dengan lembaga pelatihan milik pemerintah menjadi salah satu komitmen dalam menyiapkan tenaga kerja dengan kualitas yang handal.

Baca Juga: Pansel Pimpinan Baznas Jakarta Disoal, Peserta Sebut Proses Tidak Transapran dan Berpihak

"Permintaan tenaga kerja formal dari Indonesia semakin meningkat, artinya baik P3MI maupun pemerintah harus sama-sama melihat peningkatan permintaan tenaga kerja tersebut sebagai sebuah peluang yang harus disiapkan sebaik mungkin karena kita menginginkan tenaga kerja terlatih dengan kemampuan bahasa asing yang baik," jelas Ahmad Faisol di Surabaya, Sabtu (06/07/2024).

Menurut Faisol, pasar kerja global yang terus tumbuh menjadi peluang juga tangtangan bagi tenaga kerja Indonesia untuk bisa bersaing dengan pekerja dari negara lain.

"Pasar kerja global tumbuh terus, itu ditandai dengan meningkatnya permintaan tenaga kerja kita dari berbagai negara. Kelebihan kita tentu pada usia masyarakat yang didominasi oleh angkatan kerja produktif tinggal mendorong agar meningkatkan ketrampilan sesuai dengan yang dibutuhkan di dunia kerja," tambahnya.

Baca Juga: Kemenkumham Bali rampungkan deportasi 103 warga Taiwan

Faisol mengaku saat ini fokus pada pemenuhan tenaga kerja dari beberapa negara dengan beragam jabatan pekerjaan sehingga menjalin kerjasmaa dengan beberapa lembaga latihan kerja.

"Kami tentu tidak bisa sendirian, harus bekerjasama dengan pihak lain seperti balai latihan kerja terutama yang dibawah langsung dinas tenaga kerja seperti UPT BLK Surabaya ini," ungkapnya.

Sementara itu, kepala UPT BLK Surabaya Sunarya berharap MoU dengan P3MI dapat meningkatkan kerjasama pelatihan calon pekerja migran formal.

"Kita harapkan bisa terjalin kerjasama utk pelatihan bagi CPMI khususnya yang formal sebagai implementasi undang-undang nomor 18 tahun 2017 tentang pelindungan PMI dan terkait vokasi menjadi tanggung jawab bersama semua stakeholder," jelas Sunarya.

Ia juga berharap dari pelatihan nanti akan menghasilan calon tenaga kerja terampil seperti perawat dan bidan yang bisa berkarir di luar negeri.

"Jatim merupakan juga kantong PMI, sehingga pada akhirnya bisa mengurangi angka pengangguran, karena sesuai data BPS TPT di Jatim sebesar 4,88% atau sebesar 1,17 juta," pungkasnya.

*

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.