
Tak Dapatkan Gaji di Jeddah, PMI Asal Purwakarta Minta Bantuan Untuk Kembali ke Indonesia

Jakarta – Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bernama Icah mengaku tidak mendapatkan gaji selama dua bulan berturut-turut saat bekerja di Jeddah, Arab Saudi.
Icah yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat ini juga mengatakan bahwa dirinya bekerja hingga larut malam setiap harinya.
Icah, wanita yang berusia 31 tahun itu mengatakan bahwa dirinya juga sudah bekerja dengan dua majikan namun tetap tidak mendapatkan gaji.
Icah diduga diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi pada September 2022 kini meminta bantuan pada pemerintah untuk dipulangkan ke Indonesia.
“Saya sedang bekerja di Jeddah majikan kedua, saya kecewa karena gaji saya yang kemarin tidak dikeluarkan, terus dikeluarkan hanya 200 yang pertama dibekukan, lalu pas saya mau ambil pas saya di perjalanan suda ada yang ngambil,” cerita Icah pada video yang diterima Voice Indonesia, Rabu (22/3) di Jakarta.
Icah mengatakan bahwa atmnya dipegang oleh dirinya, namun ia tdak mengerti mengapa uangnya bisa hilang.
Selain uangnya yang hilang di atm, Icah mengaku sudah bekerja diluar jam kerjanya hingga kelelahan.
“Saya kerja udah dua majikan. Dua-duanya itu kerjanya itu sangat over time,
“Saya bangun jam 8 pagi dan tidur jam 1 malam, ga dikasih istirahat harus kerja, kerja terus,” kata Icah dengan suara pelan.
Icah mengatakan bahwa kesepakatan diawal dengan sponsor tidak sama. Sehingga ia minta bantuan dari Indonesia bisa membantunya untuk pulang.
“Saya ga kuat, juga gaji ga bener, perjanjian awal dari sponsor ga gitu,
“Saya merasa tidak sesuai perjanjian, mending saya pulang aja dari pada kerja disini pak,” ungkap Icah.
Icah yang didgua dikirim oleh perusahaan ilegal mengaku mendapatkan potongan gaji tanpa adanya penjelasan.
“Perusahaan juga gaji ga jelas, main potong-potong aja tanpa ada penjelasan atau apapun,
“Dari awal boleh pindah majikan, lalu dipotong satu hari, ini saya keluar dari majikan tanggal 16 Agustus, harusnya tanggal 1 ini gajian saya ga gajian,
“Gajian tanggal 14 September cuman 200 itupun dibekukan, mau diambil uangnya udah hilang, ini saya ga dapet gaji sama sekali,” kata Icah.
Kembali, Icah meminta bantuan dari pemerintah agar ia bisa pulang ke Indonesia karena ia kelelahan.
“Saya mau pulang, tolong bantu ya, badan saya juga sakit karena ada bekas operasi, saya ga kuat kerjanya,” tutup Icah di akhir video.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



