
Uya Kuya Gandeng Martin Lukas Simanjuntak Menelepon Orang yang Mengirim 20 WNI ke Myanmar

Jakarta – Uya kuya bersama dengan perwakilan keluarga korban menggandeng pengacara Martin Lukas Simanjuntak untuk menelepon salah satu orang yang memberangkatkan 20 WNI tersebut ke Myanmar.
Pria yang ditelepon bernama Andre Satria Nugraha itu langsung ditanyai oleh Martin Lukas Simanjuntak setelah tersambung.
Martin Lukas Simanjuntak menanyakan tentang surat tugas yang dibuat oleh Andre untuk mengirim WNI yang kini berada di Myanmar.
Awalnya Andre tidak mengaku bahwa dirinya yang membuat surat tersebut. Namun setelah dibacakan oleh Martin Lukas Simanjuntak, orang yang bernama Andre itu baru mengakuinya.
“Oh ia itu yang untuk keberangkatan ya,” kata Andre, dilansir Voice Indonesia dari YouTube Uya Kuya TV, Rabu (10/05/23).
Awalnya dalam surat tugas yang mengatasnamakan dari CV Prima Karya Gemilang itu tertulis untuk melaksanakan survei dan melakukan rencana pembelian barang dari Singapura berupa merchandise.
Namun para WNI tersebut malah dibawa ke Thailand hingga sampai ke Myanmar.
Pria dalam telfon itu mengaku bahwa para WNI tersebut sudah mengetahui bahwa mereka akan pergi ke Myanmar.
“Itu kan anak-anak sudah tau kalau mau pergi kesana karna saya juga dijelasin dari sana juga,” kata Andre.
Martin Lukas Simanjuntak pun menanyai kepada Andre bagaimana ke-20 WNI tersebut bisa menjadi pekerja penipu.
“Apa pengetahuanmu mengenai itu kenapa pergi ke Myanmar dan bukan bekerja sebagai purchasing staff, tapi malah menjadi penipu online,” kata Martin.
Andre mengatakan bahwa mereka yang berangkat sudah mengetahui pekerjaan tersebut.
“Mereka katanya sudah tahu semua, saya diinformasikan seperti itu,” kata Andre.
Andre juga mengaku bahwa orang yang memberikan informasinya kepadanya bernama Andi sudah menghilang.
“Namanya Andi orang Malaysia,” kata Andre.
Andre menjelaskan bahwa ia dijanjikan satu juta namun ia hingga kini Andre tidak ditransfer.
“Saya ga terima duit pak, saya juga ditipu, tadinya mau dikumpulin semua, satu orang satu juta, tapi nggak ada,” jelas Andre.
Ketika ditanya tentang video 20 orang WNI yang disekap, Andre mengatakan bahwa dirinya tidak mengatahui apa-apa karena saudaranya yang berada disana baik-baik saja.
Terkait dengan surat tugas dari CV Prima Karya Gemilang yang dibuatnya untuk mengerjakan orang-orang dengan visa turis, Andre mengaku bahwa ia hanya diminta dari pihak orang Thailand.
“Itu yang meminta dari pihak Thailand, saya tidak punya CV, pihak sana meminta saya seperti itu untuk skema holiday liburan tanpa surat tugas, itu soalnya nggak akan pernah bisa lolos di imigrasi,” kata Andre.
Andre menegaskan kembali bahwa ia juga tidak memiliki CV dan hanya mendapatkan tugas dari pihak yang berada di Thailand sebelum menutup telepon.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



