
Wamenaker: Generasi muda persiapkan diri hadapi perubahan pasar kerja

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) mengajak mahasiswa dan generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi dinamika pasar kerja yang terus berubah.
"Saya ingin generasi muda agar terus belajar dan bangun jejaring yang kuat untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan di masa depan,” ucap Wamenaker Afriansyah Noor dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat.
Dalam kesempatan ketika memberikan kuliah umum di Universitas Jambi pada Kamis kemarin (12/9), Wamenaker mengatakan pemerintah terus melakukan berbagai upaya menghadapi sejumlah tantangan ketenagakerjaan. Beberapa langkah itu termasuk penguatan pendidikan vokasi dan sistem pelatihan kerja yang lebih berorientasi pada kebutuhan industri.
Salah satu terobosan yang dilakukan Kemnaker, katanya, adalah dengan membentuk Sistem Informasi Pasar Kerja (SIAPKerja) yang menyediakan data dan informasi mengenai lowongan pekerjaan, pelatihan, serta sertifikasi yang dibutuhkan oleh para pencari kerja.
Baca Juga : Menaker imbau pemda alokasikan dana pelindungan jamsos pekerja rentan
"Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengurangi ketimpangan antara suplai dan permintaan tenaga kerja," ujarnya.
Afriansyah menyampaikan akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mempersiapkan SDM yang unggul dan kompetitif.
"Keberhasilan di masa depan terletak pada kemampuan kita untuk mau belajar, beradaptasi, dan bekerja sama dalam mengembangkan potensi yang ada," katanya.
Penguatan itu dilakukan ketika Indonesia menghadapi dinamika generasi muda atau Generasi Z yang masuk dalam kategori menganggur atau tidak dalam pendidikan, tidak bekerja atau tidak dalam pelatihan (Not in Education, Employment, or Training/NEET).
Dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 memperlihatkan sekitar 9,9 juta penduduk usia muda kisaran usia 15-24 tahun yang masuk dalam Generasi Z berada dalam kategori NEET itu. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



