
Liku Perjalanan Menuju Timur Tengah: Pengakuan Ruhyani

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kisah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ruhyani (38) kini hanya bisa menanggung sakit di perantauan, sebuah kondisi yang jauh dari harapan saat ia pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri.
Dalam keterangannya kepada jurnalis VOICEIndonesia.co pada Rabu (15/07/2026) Ruhyani menceritakan bagaimana proses keberangkatannya ia berangkat ke Arab Saudi yang difasilitasi oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja (PT).
Proses administrasi awal, termasuk pembuatan paspor, diurus melalui perantara yang ia kenal sebagai Pak Ari. "Sama Pak Ari," ujar Ruhyani saat ditanya mengenai siapa yang mendampinginya dalam proses tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pak Ari adalah bagian dari jaringan keluarga pemilik PT Arsila.
Terkait proses di kantor imigrasi, Ruhyani mengaku tidak banyak ditanya mengenai detail keberangkatannya. "Nggak ditanyain apa-apa, semua bikin paspor aja itu," ungkapnya. Menurutnya, pihak sponsor dan PT yang memegang kendali atas berkas-berkasnya.
Ruhyani juga mengungkapkan adanya perbedaan mencolok antara data yang tercantum dalam kontrak dengan kenyataan yang ia terima. Ketika berada di Depnaker sebelum keberangkatan, ia sempat ditanya mengenai nominal gaji,waktu itu dijelaskan bahwa ia akan menerima upah setiap bulannya 1500 riyal ternyata kenyataan yang ia terima hanya 1200 riyal "15 di situnya ada tercantum, tapi yang ke sini 12," jelasnya, merujuk pada satuan mata uang Real yang ia terima. Ia menambahkan kekhawatirannya jika jujur mengenai nominal gaji tersebut, "Kemarin juga kalau ke Depnaker bilang 1200 nggak bakal dilolosin ya Pak?"
Kini, nasibnya pun tak menentu. Ia menuturkan bahwa pekerjaannya sebagai pengurus rumah tangga kerap berpindah-pindah tergantung kebutuhan majikan. "Iya, tapi kan dipindah-pindah sekarang kerja Pak, sesuai majikan yang butuh ada satu bulan, ada kurang gitu," tuturnya.
Kondisi kesehatannya yang kian menurun menjadi beban tambahan bagi Ruhyani, yang kini hanya bisa berharap adanya pendampingan dan bantuan agar ia dapat segera dipulangkan. "Iya, udah sakit begini saya," tutupnya dengan nada pasrah.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga



Aroma Kongkalikong Paspor Jakbar Terendus Bersamaan dengan OTT Kepala Imigrasi
3 Juni 2026 pukul 16.09

Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

BNN Jatim Gagalkan Penyelundupan 5,4 Kilogram Sabu dari Malaysia
Daerah

Selat Hormuz Tetap Ditutup Sebelum AS Terima Syarat dari Iran
Internasional

Bansos Bakal Disalurkan Lewat Kopdes
Ekonomi

RI Usul Keterampilan Masa Depan Jadi Salah Satu Fokus Kerja Sama BRICS
Ketenagakerjaan

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
Imigrasi
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.
