VOICE Indonesia
Lipsus

Liku Perjalanan Menuju Timur Tengah: Pengakuan Ruhyani

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ruhyani (38) kini hanya bisa menanggung sakit di perantauan menunggu bantuan pemerintah Indonesia
Kondisi Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ruhyani (38) kini hanya bisa menanggung sakit di perantauan menunggu bantuan pemerintah Indonesia (Foto: dok.Voiceindonesia.co)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kisah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ruhyani (38) kini hanya bisa menanggung sakit di perantauan, sebuah kondisi yang jauh dari harapan saat ia pertama kali menginjakkan kaki di luar negeri.

Dalam keterangannya kepada jurnalis VOICEIndonesia.co pada Rabu (15/07/2026) Ruhyani menceritakan bagaimana proses keberangkatannya ia berangkat ke Arab Saudi yang difasilitasi oleh sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja (PT).

Proses administrasi awal, termasuk pembuatan paspor, diurus melalui perantara yang ia kenal sebagai Pak Ari. "Sama Pak Ari," ujar Ruhyani saat ditanya mengenai siapa yang mendampinginya dalam proses tersebut. Ia menjelaskan bahwa Pak Ari adalah bagian dari jaringan keluarga pemilik PT Arsila.

Terkait proses di kantor imigrasi, Ruhyani mengaku tidak banyak ditanya mengenai detail keberangkatannya. "Nggak ditanyain apa-apa, semua bikin paspor aja itu," ungkapnya. Menurutnya, pihak sponsor dan PT yang memegang kendali atas berkas-berkasnya.

Ruhyani juga mengungkapkan adanya perbedaan mencolok antara data yang tercantum dalam kontrak dengan kenyataan yang ia terima. Ketika berada di Depnaker sebelum keberangkatan, ia sempat ditanya mengenai nominal gaji,waktu itu dijelaskan bahwa ia akan menerima upah setiap bulannya 1500 riyal ternyata kenyataan yang ia terima hanya 1200 riyal  "15 di situnya ada tercantum, tapi yang ke sini 12," jelasnya, merujuk pada satuan mata uang Real yang ia terima. Ia menambahkan kekhawatirannya jika jujur mengenai nominal gaji tersebut, "Kemarin juga kalau ke Depnaker bilang 1200 nggak bakal dilolosin ya Pak?"

Kini, nasibnya pun tak menentu. Ia menuturkan bahwa pekerjaannya sebagai pengurus rumah tangga kerap berpindah-pindah tergantung kebutuhan majikan. "Iya, tapi kan dipindah-pindah sekarang kerja Pak, sesuai majikan yang butuh ada satu bulan, ada kurang gitu," tuturnya.

Kondisi kesehatannya yang kian menurun menjadi beban tambahan bagi Ruhyani, yang kini hanya bisa berharap adanya pendampingan dan bantuan agar ia dapat segera dipulangkan. "Iya, udah sakit begini saya," tutupnya dengan nada pasrah.

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#pmi#tkw#pekerja migran indonesia#tppo#p2mi#kp2mi
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.