VOICEINDONESIA.CO, Lombok Utara – Namun target masih jauh dari tercapai. Dari 9.000 SPPG yang direncanakan dibangun di seluruh wilayah 3T Indonesia, baru 1.400 unit yang rampung. Tujuh ribu lebih dapur lainnya masih dalam antrean pembangunan.
"Dari 9.000 SPPG, sebanyak 1.400 sudah selesai dibangun dan masih ada 7.000 yang akan dibangun," tegas Dadan usai meresmikan SPPG modular yang diinisiasi PT Krakatau Steel.
Berbeda dari dapur reguler yang melayani 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat per titik, SPPG di wilayah 3T dirancang lebih kecil dan fleksibel karena kepadatan penduduknya rendah, hanya melayani di bawah 1.000 orang per titik. Penetapan lokasi pun tidak berbasis kuota nasional melainkan kebutuhan riil di lapangan yang ditentukan oleh satgas MBG daerah masing-masing.
Secara keseluruhan program MBG telah menyentuh 62,1 juta penerima manfaat di perkotaan melalui 28.390 SPPG, sementara 3 juta penerima di daerah 3T masih menjadi target yang terus dikejar. Dadan menyebut pencapaian ini melampaui program serupa di negara lain.
"Alhamdulillah, meski program ini baru terbentuk 1 tahun 4 bulan sudah melayani 62,1 juta penerima manfaat. Ini program tercepat yang dilakukan di seluruh dunia. Karena Brazil saja untuk 40 juta butuh waktu 11 tahun," pungkas Dadan.



























