VOICE Indonesia
Nasional

Haul Akbar Al Hamid: Momentum Kiai Lukman Ingatkan Pesantren Melek Digital

Redaksi - VOICEIndonesia.co
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid KH. Lukman Hakim Hamid yang juga menjabat sebagai Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta
Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid KH. Lukman Hakim Hamid yang juga menjabat sebagai Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta(Foto: dok.VOICEIndonesia.co/as)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Keluarga besar Pondok Pesantren Al Hamid Cipayung, Jakarta Timur sukses mengadakan kegiatan haul akbar muassis dan keluarga besar Al Hamid yang berlangsung khidmat pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Momentum spiritual yang dihadiri oleh ratusan jemaah dan tokoh masyarakat ini tidak hanya menjadi wadah kirim doa bagi para pendiri, melainkan juga memancarkan pesan penting mengenai pelurusan citra institusi pesantren di tengah maraknya sentimen negatif dalam ruang informasi digital akhir-akhir ini.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid KH. Lukman Hakim Hamid yang juga menjabat sebagai Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, angkat bicara secara mendalam menanggapi maraknya pemberitaan miring akhir-akhir ini yang menyeret nama beberapa pondok pesantren atas dugaan tindakan pencabulan dan kekerasan.

Menurut beliau, rentetan isu negatif yang beredar masif di ruang publik disinyalir memiliki pola waktu dan tendensi tertentu yang patut diwaspadai bersama, terutama menjelang tahun ajaran baru.

"Ya memang jujur, ini ada sesuatu yang kayaknya, tanda kutip, ya, ada faktor ketidaksuakan dengan pesantren. Di mana hal-hal seperti itu dimunculkan ketika akan dimulainya penerimaan murid baru oleh pesant- atau penerimaan santri baru,” kata Katib Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta yang juga sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid, KH.Lukman Hakim Hamid ,Cipayung, Jakarta Timur.pada Sabtu Malam (13/6/2026).

Lebih lanjut, Kiai Lukman mengutarakan rasa keprihatinan yang mendalam atas generalisasi buruk yang menimpa institusi keagamaan akibat ulah oknum-oknum di luar struktur kepesantrenan yang sah.

Beliau menegaskan bahwa lembaga-lembaga yang belakangan diberitakan negatif tersebut pada hakikatnya tidak mencerminkan esensi, kultur, dan nilai-nilai luhur pesantren yang sesungguhnya, melainkan hanya sekadar memanfaatkan label "pesantren" demi tameng kepentingan pribadi.

“Kita terus terang prihatin, sebetulnya oknum-oknum tersebut pun yang terjadi adalah mereka-mereka yang notabene-nya bukan, ya, bukan pesantren. Yang kita lihat kayak beberapa di tayangan media sosial, atau media televisi bahwa mereka hanya mengatasnamakan pesantren, tapi pada hakikatnya tidak seperti itu. Maka kita  cukup prihatin sekali dengan keadaan yang seperti ini,” lanjut KH.Lukman Hakim Hamid.

Melihat kuatnya penetrasi digital yang mampu menggiring opini publik, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hamid ini menyerukan agar seluruh kalangan pesantren, khususnya pondok-pondok yang diasuh oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama, segera bergerak aktif menjadi entitas yang melek digital.

Menurutnya, respons terbaik dalam membentengi nama baik pesantren adalah dengan aktif menjelaskan kondisi riil di lapangan serta mengedukasi masyarakat luas secara konsisten melalui media sosial.

“Inilah luar biasanya dunia media sosial yang mana kita kalangan pesantren pun harus bisa membalas atau katakanlah, artinya bisa menjelaskan kepada masyarakat bagaimana yang sebenarnya seperti itu. Jadi kita berharap ini sebuah gerakan bersama, pondok pesantren seluruh Indonesia harus giat bermedia sosial biar semua masyarakat bisa terbuka matanya melihat apa yang sebenarnya terjadi seperti itu." Pungkas KH.Lukman Hakim Hamid.

Di samping pentingnya kesadaran digital bagi para pengasuh pondok, sinergi yang kokoh antara lembaga keagamaan dan otoritas negara juga dinilai menjadi fondasi yang mutlak demi menjaga marwah pendidikan Islam.

Kiai Lukman menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada pemerintah agar terus mendampingi, mengawasi, serta memvalidasi keabsahan institusi yang menggunakan nama pesantren di tanah air secara ketat agar tidak ada lagi penyalahgunaan label di masa mendatang.

"Sangat, sangat, sangat setuju sekali dari pihak pemerintah, ya, yang mana kita ketahui undang-undang pesantren sudah jelas dan pemerintah pun sangat mendukung dengan adanya Hari Santri. Maka dari itu harapan kita adalah bagaimana pemerintah bisa bersinergi dan betul-betul bisa meneliti dan mengawasi bagaimana pesantren yang sebenarnya seperti itu." Ungkap KH.Lukman Hakim Hamid penuh harap.(as)

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.