VOICEINDONESIA.CO, Pekanbaru – Hilirisasi menjadi kata kunci dalam transformasi ekonomi Riau. Badan Pusat Statistik (BPS) RI menggarisbawahi bahwa pengelolaan lebih lanjut terhadap komoditas unggulan seperti kelapa sawit dan kelapa dapat mengangkat nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami melihat potensi besar Riau. Tapi untuk naik kelas, hilirisasi harus digarap serius,” kata Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dalam forum ekonomi yang digelar di Pekanbaru, Jumat (8/8/2025). Menurutnya, kelapa sawit sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau harus dikelola lebih dari sekadar bahan mentah. Baca Juga: Dorong Nilai Tambah, BPS Ajak Riau Perkuat Hilirisasi Kelapa Sawit "Produk seperti fatty acid dan sabun punya pasar luas. Ini bisa jadi pengungkit ekonomi,” tambahnya. Amalia juga menyoroti sektor ketenagakerjaan. Dari 3,22 juta angkatan kerja, 3,09 juta telah bekerja, sementara sisanya masih menganggur. Ia mencatat ada peningkatan jumlah penganggur meski angka kemiskinan menurun. “Perlu kolaborasi lintas sektor untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan pemerataan,” tegasnya. Baca Juga: KP2MI Kolaborasi dengan BPS, Pastikan Data PMI Lebih Akurat Kepala Perwakilan BI Riau, Panji Ahmad, turut menggarisbawahi posisi strategis wilayahnya dalam mendukung hilirisasi. “Riau punya demografi muda dan geografis yang kuat, dari Bukit Barisan ke Selat Malaka,” katanya.


























