
Imigrasi Labuan Bajo catat kunjungan 965 wisman Malaysia dalam 2 pekan

VOICEIndonesia.co,Jakarta - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 965 wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia berkunjung ke Labuan Bajo melalui Bandara Internasional Komodo dalam 2 pekan terakhir.
"Pemeriksaan keimigrasian dilakukan mulai dari 3-14 September 2024 dengan jumlah enam kali penerbangan dan agaknya ada lonjakan kunjungan," kata Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo Jaya Mahendra dalam keterangannya di Labuan Bajo, Minggu.
Kantor Imigrasi Labuan Bajo, lanjut dia, secara konsisten melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi imigrasi dan memitigasi potensi risiko keamanan.
"Pemeriksaan bertujuan untuk memastikan bahwa semua WNA mematuhi ketentuan yang berlaku. Dalam pemeriksaan tersebut, para petugas imigrasi tidak hanya memeriksa dokumen perjalanan seperti paspor dan visa," katanya.
Baca Juga : Bandara YIA Kulon Progo Buka Penerbangan Rute Baru Dukung Wisata
Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga melakukan pemeriksaan guna memastikan para wisatawan memiliki rencana perjalanan yang jelas dan tidak melanggar ketentuan visa yang berlaku.
"Selain itu, pemeriksaan ini juga mencakup verifikasi keaslian dokumen dan memastikan bahwa tidak ada indikasi penyalahgunaan visa," ujar Jaya Mahendra.
Sementara itu, Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian Frendy Nugraha mengatakan Kantor Imigrasi Labuan Bajo telah menerima sebanyak 965 penumpang yang tiba dari Malaysia dan didominasi oleh wisatawan dari Malaysia dengan tujuan utama adalah untuk berlibur di Labuan Bajo.
"Kami mencatat adanya lonjakan kunjungan dari Kuala Lumpur yang menunjukkan bahwa Labuan Bajo semakin populer di kalangan wisatawan Malaysia dan peningkatan jumlah wisatawan asing, terutama dari Malaysia, memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata lokal seperti hotel, restoran, dan agen perjalanan," katanya.
Meningkatnya jumlah wisatawan, lanjut dia, Kantor Imigrasi Labuan Bajo juga mengingatkan semua pihak untuk tetap mematuhi peraturan dan prosedur yang berlaku untuk menjaga kelancaran proses Keimigrasian.
"Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran imigrasi dan memelihara reputasi Labuan Bajo sebagai destinasi wisata yang aman dan ramah bagi wisatawan," katanya. (*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



