VOICE Indonesia
Nasional

Indonesia Kehilangan 2 Juta Barel Minyak di Awal Tahun 2026

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Indonesia Kehilangan 2 Juta Barel Minyak di Awal Tahun 2026
Indonesia Kehilangan 2 Juta Barel Minyak di Awal Tahun 2026
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Ledakan pipa gas tanam milik PT Transportasi Gas Indonesia di Rokan, Riau, menyebabkan hilangnya produksi minyak sekitar 2 juta barel di awal tahun ini. Ledakan yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) ini menimbulkan kerugian signifikan bagi produksi minyak nasional. "Kami laporkan bahwa kami di awal tahun ini mengalami musibah kecil di Sumatera. Pipa kami bocor, sehingga potensi kehilangan (minyak) sekitar 2 juta barel di awal tahun," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Kamis (22/1/2026). Bahlil menegaskan meskipun dikategorikan sebagai kecelakaan, ledakan tersebut merupakan sebuah kesalahan yang harus dipertanggungjawabkan. Menteri ESDM akan menjatuhkan sanksi bagi pejabat di lingkungan kementerian dan BUMN terkait insiden tersebut. "Saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait," tegasnya. Ledakan pipa gas PT TGI menimbulkan kebakaran hebat di Indragiri Hilir dengan 10 orang dilaporkan terluka. Masing-masing tiga kendaraan dan bangunan juga dilaporkan terbakar akibat insiden tersebut. Kepala Kepolisian Resor Indragiri Hulu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan ledakan pipa gas kembali terjadi pada Jumat (09/01/2026) dini hari. Ledakan kedua berlokasi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Baca Juga : Kementerian ESDM Bakal “Obral” 30 Blok Migas Tahun 2026 Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyampaikan pemulihan aliran gas di Rokan telah menjadi perhatian Menteri Bahlil. Aliran gas berangsur pulih meski dilakukan secara bertahap untuk menghindari ledakan ketiga. "Sudah mulai mengalir dari beberapa hari yang lalu, tapi kan alirannya itu kami tambahkan secara bertahap. Tidak (langsung) maksimal, kami tahan (alirannya)," kata Laode, Rabu (21/01/2026). Penahanan aliran gas tidak dilakukan terlalu lama karena berpengaruh terhadap produksi minyak. Tahun ini, Kementerian ESDM menargetkan lifting minyak 610 ribu barel per hari, naik 5 ribu barel per hari dibandingkan target 2025. Kementerian ESDM memiliki tugas menambah produksi sekitar 5 ribu hingga 6 ribu barel per hari untuk menambal kehilangan produksi minyak akibat ledakan pipa gas. Laode memperkirakan produksi minyak di Rokan kembali normal dalam beberapa hari ke depan. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Menguji Keseriusan Negara: Segera Sahkan Perubahan Ketiga UU PMI dan Ratifikasi ILO C188! Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
#2 juta barel minyak#indonesia#ledakan pipa
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.