VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin mengungkapkan banyak pemerintah daerah mengeluhkan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP terlalu menyita waktu dengan berlangsung dalam 4 gelombang selama dua pekan penuh.
Pihaknya pun berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menyiapkan berbagai langkah.
"Atas evaluasi tersebut, kami menyiapkan beberapa langkah tindak lanjut, antara lain penyederhanaan pelaksanaan menjadi 2 gelombang per jenjang disertai penguatan infrastruktur pelaksanaan di sekolah," tegas Toni dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Selain soal durasi, daerah juga mengusulkan penambahan mata pelajaran dalam TKA berikutnya. Untuk jenjang SD, mata pelajaran IPA diusulkan masuk.
Sementara untuk SMP, dua mata pelajaran sekaligus diusulkan ditambahkan yakni IPA dan Bahasa Inggris.
Kemendikdasmen menyatakan akan menyiapkan framework pengembangan soal untuk kedua mata pelajaran itu secara bertahap.
Namun ada catatan penting. Jika penambahan mapel baru direalisasikan pada 2027, seluruh soal untuk mata pelajaran baru tersebut akan sepenuhnya dibuat oleh pusat tanpa melibatkan soal dari daerah.
"Penambahan mata pelajaran baru di tahun 2027 belum melibatkan soal daerah. Apabila dilaksanakan di tahun 2027, maka seluruh soal mapel baru dari pusat," pungkas Toni.



























