
KJRI Jeddah Incar Perluasan Pasar Produk RI Lewat Pameran Dagang

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah bersama Indonesian Trade Promotion Center menggelar pameran dagang di Jeddah, dengan fokus memperluas pasar produk Indonesia di Arab Saudi dalam ekosistem penyelenggaraan ibadah haji 1446 H.
“Semoga acara ini menjadi pelopor dalam meningkatkan pasar produk Indonesia, khususnya pada ekosistem haji 1446 H, serta secara umum di kawasan,” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, saat membuka acara, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi KJRI Jeddah yang diterima di Jakarta, Kamis (27/2/2025).
Sebanyak 39 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang menampilkan berbagai produk makanan dan minuman, bumbu masak, perlengkapan hotel, jasa kargo dan logistik, dan penyedia tenaga kerja musiman, berpartisipasi dalam pameran bertajuk “Amazing Indonesia; Serving Dhuyufur Rahman”.
Baca Juga: Karyawan Sritex Mulai Isi Surat PHK Imbas Putusan Pailit
Selain itu, 11 importir produk Indonesia di Arab Saudi juga ambil bagian dalam pameran ini. Para importir itu akan berperan besar menjadi pintu masuk bagi produk-produk Indonesia di pasar Timur Tengah.
Yusron berharap pameran dagang tersebut bisa menjadi sarana dalam mendukung upaya meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam ekosistem haji 1446 H.
Pameran itu juga menjadi saksi penandatanganan perjanjian kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Arab Saudi, yaitu, penandatanganan lima nota kesepahaman antara BPKH Limited (anak perusahaan Badan Pengelola Keuangan Haji) dengan lima UKM pangan Indonesia, yakni Umara, Pangansari, Foodindo, Halalan Thayyiban, dan Ikafood.
Kesepakatan mencakup penyediaan bumbu siap pakai dan makanan siap saji untuk konsumsi jemaah haji Indonesia selama musim haji 1446 H.
Baca Juga: Kemenkeu Pacu Pembangunan dengan Sinergi Pusat dan Daerah
Pelaksanaan pameran dagang itu juga menghasilkan delapan dokumen ketertarikan atau Letter of Interest dan sembilan nota kesepahaman dengan nilai transaksi sebesar sekitar Rp94 miliar.
Produk yang diminati antara lain bumbu masakan, kerupuk, kecap manis, saos, mi telur, bihun, kopi instan, minuman kesehatan, makanan ringan, agar-agar, perlengkapan hotel, biji kemiri, dan jasa koki untuk musim haji.
Arab Saudi merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Timur Tengah, dengan total nilai perdagangan bilateral mencapai 6,62 miliar dolar AS (Rp108,3 triliun) pada 2024.
Tren perdagangan periode 2020-2024 menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,96 persen per tahun, menandakan peningkatan signifikan dalam hubungan ekonomi kedua negara.
Tahun lalu, sebanyak 241.000 jemaah haji dan sekitar 1,3 juta jamaah umroh turut menyumbang peningkatan jumlah ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke Arab Saudi.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



