
KPK Panggil ASN Bea Cukai Lanjutkan Kasus Suap Impor Barang Tiruan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil seorang aparatur sipil negara (ASN) Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berinisial SA sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan kementerian tersebut.
Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, guna mendalami dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang tiruan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemanggilan SA merupakan kelanjutan dari agenda pemeriksaan sebelumnya.
“Pemeriksaan atas nama SA selaku aparatur sipil negara pada Ditjen Bea Cukai," ujar Budi di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Saksi SA diketahui sempat memenuhi panggilan penyidik pada 9 April 2026 lalu.
Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK pada 4 Februari 2026.
Hingga saat ini, lembaga antirasuah tersebut telah menetapkan tujuh orang tersangka, termasuk pejabat tinggi seperti Rizal (RZL) yang menjabat sebagai Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, serta beberapa kepala subdirektorat dan kepala seksi intelijen.
Selain dari pihak birokrasi, KPK juga menjerat pihak swasta dari Blueray Cargo, yakni John Field (JF) selaku pemilik, serta manajer operasional dan tim dokumentasi perusahaan tersebut.
Para tersangka diduga terlibat dalam skema suap untuk meloloskan impor barang tiruan yang masuk ke wilayah Indonesia.
Penyidikan kasus ini kian berkembang setelah KPK menyita uang tunai senilai Rp5,19 miliar yang disimpan dalam lima koper di sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan, pada akhir Februari lalu.
Penyidik kini fokus mendalami keterlibatan pihak lain serta menelusuri aliran dana dalam pengurusan cukai yang diduga menjadi celah praktik korupsi tersebut. (af)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



