
Mensos Sebut Sekolah Rakyat Akan Dimulai Pada Juli 2025

VOICEINDONESIA.CO, Bandarlampung - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan bahwa pembelajaran di Sekolah Rakyat akan dimulai pada Juli 2025, kemudian masa matrikulasi, dan orientasi untuk menggantikan tes akademik.
"Karena tidak ada tes akademik dan hanya ada seleksi administrasi dan cek kesehatan. Nanti siswa akan diajak mengenal lebih jauh mengenai metode pendidikan sekolah," ujar Mensos Saifullah, di Lampung Selatan, pada Senin (12/5/2025).
Saifullah menjelaskan, akan memperkuat pelajaran Bahasa Inggris, Matematika. Kemudian proses pembelajaran dimulai dan kurikulum dibuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," katanya.
Baca Juga: Mensos Ajak Calon Siswa Kunjungi Sekolah Rakyat di Banyumas
Lebih lanjut, Saifullah menyubut bahwa tahap seleksi administrasi bagi calon siswa Sekolah Rakyat di daerah telah dimulai.
"Proses seleksi administrasi bagi calon siswa Sekolah Rakyat di daerah telah dimulai. Hari ini kami telah mengunjungi salah satu calon siswa di Bandarlampung," katanya.
Ia mengatakan seluruh calon siswa Sekolah Rakyat harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan masuk dalam desil 1 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
"Jadi calon siswa ini didata terlebih dahulu, kemudian akan ada kunjungan ke rumah calon siswa oleh pendamping PKH, Dinas Sosial kabupaten kota ataupun provinsi serta BPS," ungkapnya.
Baca Juga: Kemensos Ajak Pemda Entaskan Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
"Sekolah Rakyat ini untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), serta sekolah menengah atas (SMA) dan berdasarkan arahan Presiden diarahkan mampu menampung sekitar 1.000 orang siswa," tambah Saifullah.
Saifullah juga menjelaskan bahwa bila seluruh proses administrasi serta survei lapangan telah usai dan disetujui, maka kepala daerah akan menandatangani untuk kemudian diteruskan ke Kemensos agar calon siswa resmi ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat.
"Dalam proses perekrutan siswa Sekolah Rakyat bagi calon siswa yang sudah lulus dalam seleksi administrasi serta survei lapangan, kemudian dilanjutkan dengan melakukan cek kesehatan dan untuk selanjutnya proses penerimaan berjalan seperti biasa," pungkasnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



