
Mentri PPPA: Suara anak bagian dari pemenuhan hak anak

VOICEIndonesia.co, Bekasi - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga memandang penting upaya untuk menyerap aspirasi anak karena hal tersebut merupakan bagian dari pemenuhan hak anak.
Bintang Puspayoga mengatakan sangat penting aspirasi anak karena hal tersebut merupakan pemenuhan hak anak.
Menurut menteri PPPA semua anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tuanya saja.
“Semua anak ini adalah anak Indonesia, negara harus hadir, kementerian lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh adat, dan tokoh agama harus hadir, termasuk rekan-rekan media juga harus hadir dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak-anak Indonesia," kata Menteri Bintang Puspayoga di Sekolah Inspirasi Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (03/07/2024).
Baca Juga: Stasiun Bakamla Bali Temukan Korban Terperosok dari Tebing saat Berfoto
Bintang Puspayoga menuturkan sumber daya manusia adalah investasi paling berharga bagi suatu negara, terlebih anak-anak Indonesia yang jumlahnya sepertiga dari total populasi di tanah air.
"Sumber daya yang paling berharga bagi suatu bangsa bukan tambang, atau minyak, maupun gas bumi, melainkan SDM, yaitu anak-anak sehingga kita harus hadir memberikan pendampingan bagi anak-anak sebagai pemegang tongkat estafet bangsa ke depan," katanya.
Pada Rabu, KemenPPPA menggelar kegiatan Jelajah Sapa di 11 titik di wilayah Jabodetabek dan menyerahkan paket bantuan spesifik untuk anak.
Kesebelas lokasi itu, yakni TK Inspirasi Indonesia; Komunitas Kelas Jurnalis Cilik Cilincing, Jakarta Utara; Sekolah Darurat Ibu Kembar, Jakarta Utara; Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Jakarta; LPKA Tangerang; Kampung Pemulung Cinere, Depok; Sekolah Kami, Bintara, Bekasi; Yayasan Cinta Yatim dan Dhuafa Tangerang Selatan; SD Dinamika Indonesia, Bantar Gebang; Sekolah Rakyat Ancol; dan Yayasan Vina Smart Era Foundation, Jakarta Barat.
Selain dari KemenPPPA, paket bantuan juga berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko PMK, Kemendikbud Ristek, serta sejumlah lembaga kerohanian, dan pihak swasta.
Penyerahan bantuan spesifik anak ini merupakan upaya pemenuhan hak anak yang berada di daerah kumuh dan di lembaga pembinaan anak.
Jelajah Sapa merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2024.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



