
MSI Rilis Survei Soal Vaksin Halal,Mayoritas Pemudik Meminta Pemerintah Jangan Abaikan Putusan MA

VOICEINDONESIA,JAKARTA – Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) dan Media Survei Indonesia (MSI) menggelar konferensi pers pasca dilakukannya survei terhadap pemudik muslim tentang penggunaan vaksin halal di salah satu hotel daerah Tebet, Jakarta, Jumat (13/5/2022)
Dalam konferensi pers tersebut hadir pula Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan dan sejumlah tokoh lainnya.
Survei yang dilakukan MSI tersebut dilaksanakan pada 1-7 Mei 2022, bertepatan dengan arus mudik dan arus balik para pemudik. Total responden sebanyak 1.220 pemudik yang tersebar di titik-titik keberangkatan atau tempat peristirahatan pemudik.
Kriteria responden adalah mereka yang beragama Islam, berusia 17 tahun ke atas dan sudah divaksin covid-19.
Menurut Direktur MSI, Asep Rohmatullah, sebanyak 78,4 persen responden mengaku sangat kecewa dengan Pemerintah apabila tidak menjalankan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait jaminan ketersediaan dan pemberian vaksin halal.
“Sebanyak 78,4 persen responden menyatakan sangat kecewa bila pemerintah tidak menjalankan putusan MA yang telah mewajibkan penyediaan vaksin halal untuk masyarakat Muslim,” kata Direktur MSI, Asep Rohmatullah kepada wartawan Jumat (13/5/2022)
Sebaliknya Asep Rahmatullah mengatakan sebagian besar masyarakat mendukung adanya putusan MA yang mewajibkan pemerintah menyediakan vaksin halal Covid-19.
"Mayoritas responden 87,8% mendukung putusan MA, hanya 1,1% yang menolak, " ujarnya.
Karena itu, ungkap Asep, pemerintah terancam kehilangan kepercayaan publik apabila pemerintah tidak segera menjalankan putusan MA tersebut.
"Dari 1.220 pemudik muslim yang kami wawancarai, 89,7 persen mengungkapkan hal tersebut (kehilangan kepercayaan apabila tidak menjalankan putusan MA). (Dan) Ini persoalan serius," ungkapnya.
Sejalan dengan Asep, Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan menilai bahwa Pemerintah akan semakin kehilangan kepercayaan dari masyarakat jika tidak menjalankan putusan tersebut.
"Kalau pemerintah tidak menyediakan, akan ada degradasi kepercayaan terhadap pemerintah. Maka karena itu, saya menyatakan bahwa pemerintah harus segera menyediakan vaksin halal," ungkapnya.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



