
Pengetatan Mudik, Kakorlantas Minta Jajaran Cek Prokes Sekaligus Sosialisai Peniadaan Mudik
YOGYAKARTA,AKUUPDATE.ID – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Istiono mengatakan pengetatan mudik digelar sejak 22-5 Mei 2021 sebagaimana Surat Edaran tambahan (Abendum) dari Satgas COVID-19. Istiono menyebut pengetatan mudik ini juga sekaligus bagian dari sosialisasi operasi ketupat peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021.
“Hari ini untuk memanage dilarang mudik ini teman-teman sudah tau semua. Bahwa treatment di tanggal-tanggal tertentu sudah ditetapkan, tanggal 22 April sampai tanggal 5 Mei itu adalah pengetatan persyaratan untuk non mudik. Kita lakukan operasi rutin yang ditingkatkan (KKYD) untuk melakukan tes random secara gratis di titik-titik ruas tertentu sekaligus pengecekan surat bebas COVID-19 dan penerapan protokol kesehatan,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono.
“Mobilitas kita kelola secara maksimal. Perjalanan biasa sebelum mudik namun dengan treatment pengawasan ketat,” sambung dia.
Hal itu disampaikan Kakorlantas saat mengecek titik penyekatan untuk peniadaan mudik di perbatasan Jateng-DIY tepatnya di depan pos lantas Prambanan, Klaten, Yogyakarta dan di pos PAM Surakarta, Solo, Rabu (28/4/2021).
Kakorlantas mengatakan dalam pantauannya hari ini didampingi Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudy Antariksa, ia merasa puas dengan sistem penyekatan yang dilakukan oleh jajaran Ditlantas Polda DIY dan Polda Jateng. Istiono juga melihat langsung simulasi penerapan penyekatan peniadaan mudik.
“Dirlantas Polda DIY tadi sudah mempresentasikan ada 10 titik penyekatan yang digelar ditetapkan oleh Polda DIY. Saya terima kasih hari ini disimulasikan dihadiri oleh perangkat instansi lengkap dari TNI, dari Jasa Raharja, dari Kesehatan, Dishub bersama sama kita melakukan langkah-langkah pencegahan penyebaran COVID-19 kita kelola termasuk pengendalian mobilitas transportasi,” jelasnya.
Adapun 10 titik-titik penyekatan di wilayah Polda DIY yaitu di Pos Prambanan, Pos Tempel, Pos Temon Kulonprogo, Pos Piyungan Bantul, Pos Srandakan Bantul, Pos Sedayu Bantul, Pos Natapura, Pos Jokteng Timur, Pos Gejayan, Pos Hargodumilah.
Sementara di Solo, ada 5 titik penyekatan untuk mengantisipasi para pemudik. Selain itu, di Solo juga disiapkan tempat karantina jika ada pemudik yang lolos.
Lebih lanjut, Istiono memastikan jajarannya berjaga 24 selama pelaksanaan penyekatan mudik 6-17 Mei 2021. Hal ini agar pos penyekatan terjaga penuh agar tidak ada pemudik yang lolos.
“Untuk manajemen pengaturan di tempat-tempat pos kita. Kita sudah sampaikan ke jajaran untuk diatur per 8 jam supaya all out dan ada terus. Karena nyekat ini ngga boleh ada istirahat. Nah itu pola istirahatnya bergantian jaga,” tegasnya.(*)
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Dugaan TPPO dan Lalainya Negara Terhadap Ruhyani
Lipsus

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



