
Polda Metro Jaya Ungkap TPPO Penjualan Ginjal ke Kamboja

Jakarta – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang berhasil mengungkapkan sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) penjualan organ ginjal ke Kamboja.
Dalam kasus tersebut, Kepolisian telah menetapkan 12 orang tersanga, termasuk satu oknum polisi. Kepolisian juga mengamankan barang bukti sebanyak 18 kartu ATM beserta buku tabungan, 16 paspor, uang tunai senilai Rp950 juta, dan 15 buah handphone, dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 122 orang.
“Pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang dengan cara menjual ginjal ini baru kali ini diungkap pihak Kepolisian,” kata Edi, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 22 Juli 2023.
Menurut Edi, mengungkapkan jaringan kejahatan lintas negara bukan pekerjaan mudah sebab sindikat tidak hanya berada di dalam negeri tapi juga berada di luar negeri.
“Kasus ini semakin sulit karena ada oknum polisi yang berupaya menghalang-halangi proses penyidikan,” tegasnya.
Edi berharap oknum polisi yang terlibat dalam kejahatan penjualan organ tubuh manusia itu dipecat.
Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan oknum polisi, Aipda M menjadi tersangka karena menghalangi proses hukum perdagangan ginjal.
“Aipda M berperan menyuruh tersangka mematikan ponsel menyarankan untuk membuang handphone dan mengganti nomor baru tersangka serta menyuruh untuk berpindah-pindah penginapan,” ungkap Hengki di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 20 Juli 2023.
Hengki menjelaskan, Aipda M juga menerima uang Rp612 juta dengan janji bisa melakukan pengurusan dan menyelesaikan perkara yang dialami oleh para tersangka.
Tersangka lain adalah satu oknum petugas Imigrasi yang berperan membantu meloloskan pelaku lain ke luar negeri dan sembilan mantan pendonor ginjal sekaligus perekrut calon pendonor.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



