VOICE Indonesia
Nasional

SAR Gabungkan Evakuasi Dua Penambang Emas Terjebak Di Bawah Tanah

Afifah - VOICEIndonesia.co
SAR Gabungkan Evakuasi Dua Penambang Emas Terjebak Di Bawah Tanah
SAR Gabungkan Evakuasi Dua Penambang Emas Terjebak Di Bawah Tanah

VOICEINDONESIA.CO, Manado - Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua korban penambang emas tradisional di Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara yang terjebak di bawah tanah saat kondisi hujan lebat, Senin dini hari.

"SAR gabungan dari kantor SAR Manado, Polsek Dimembe, Koramil Dimembe, pemerintah desa, serta masyarakat penambang terlibat dalam proses evakuasi tersebut," kata Kepala Kantor SAR Manado, George M Randang di Manado, Senin (9/12/2024).

Saat dilakukan asesmen, korban yang terjebak berada di lubang berkedalaman sekitar 40 meter.

Setelah lubang yang berisi air selesai dikuras, tubuh korban tertutup material sehingga proses evakuasi berjalan lebih lama.

Baca Juga: Kemlu RI Tetapkan Status Siaga Tertinggi untuk Seluruh Wilayah Suriah

Setelah melalui proses yang memakan waktu cukup lama, akhirnya pukul 00:55 Wita korban kedua berhasil dievakuasi, dan korban ketiga dievakuasi pada pukul 02:22 Wita.

"Semua korban sudah berhasil dievakuasi (tiga korban). Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak yang ikut serta dalam proses evakuasi. Kami juga mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban," ujar George, dilansir dari ANTARA.

Korban yang berhasil dievakuasi oleh SAR gabungan keduanya telah meninggal.

Sebelumnya, SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi satu penambang, Ofke Watulingas (meninggal) yang terjebak dalam lubang di areal penambangan emas Desa Tetelu, pukul 01:20 Wita, Minggu dinihari.

Tiga orang penambang dilaporkan terjebak di dalam lubang tambang di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, pada Jumat (6/12), sekitar pukul 16:00 Wita.

Ketiga korban tersebut adalah Taufiq Popalo (26 tahun), Edwin Kawengian (38 tahun), dan Ofke Watulingas (44 tahun).

Kronologinya, pada pukul 10:00 Wita, ketiga penambang memasuki lubang tambang di kawasan tersebut untuk memulai aktivitas penambangan.

Sekitar pukul 16:00 Wita, hujan deras menyebabkan air meluap dan membanjiri lubang tambang tempat para penambang tersebut bekerja. Ketiganya terjebak di dalam lubang yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 40 meter.

Baca Juga: Polda NTT ungkap kasus dugaan TPPO di Kota Kupang

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi segera melakukan upaya untuk menguras air menggunakan pompa air, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Melihat situasi yang semakin genting, para penambang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Dimembe pada pukul 16:30 Wita.

Pada hari Sabtu (7/12) pukul 06:55 Wita, Kepala Polsek Dimembe meminta bantuan tim pencarian dan penyelamatan untuk segera menyelamatkan ketiga korban.

Tim Rescue Kantor SAR Manado langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 07:20 Wita, dengan mengerahkan satu tim untuk melakukan upaya penyelamatan.

Fokus utama tim saat ini adalah mengeluarkan air yang menggenangi lubang tambang tersebut agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.*

Pilihan Redaksi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus RuhyaniImigrasi

Bantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani

VOICE Indonesia· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.