
Tak Ambil Kerja Sampingan Saat Jadi Menteri, Ini Alasan Mahfud MD

VOICEIndonesia.co, Jakarta - Cawapres nomor urut 3 Mohammad Mahfud MD menceritakan pengalamannya saat menjadi menteri koordinator bidang politik, hukum dan keamanan (menkopolhukam) yang tak terlupakan.
Mahfud mengatakan bahwa saat menjadi menteri Menkopolhukam ia mendapatkan gaji yang ternyata lebih sedikit dari pada saat ia menjadi seorang konsultan hukum.
Saat bekerja di konsultan hukum, selain mendapatkan gaji yang besar. Mahfud juga mendapatkan fasilitas pendukung lainnya seperti kendaraan dan supir.
"Saya tuh sebelum menjadi menteri jadi konsultan hukum dari sebuah perusahaan dan gajinya lumayan besar, dikasih mobil, sopir, dan bensin, sambil ngajar di berbagai universitas," kata Mahfud MD, Kamis, 30 November 2023.
Dilansir dari ANTARA, Jumat, 1 Desember 2023, Mahfud menambahkan bahwa penghasilannya menurun saat menjadi menteri karena tidak mengambil pekerjaan sampingan.
Baca Juga: BP2MI Usulkan Relaksasi Pajak Pengiriman Barang Milik PMI
"Sesudah jadi menteri, gajinya turun karena saya tidak mau bekerja lagi di luar. Itu bisa conflict of interest (konflik kepentingan)," jelas Mahfud MD.
Namun, meskipun mendapatkan gaji kecil, ia tetap menerima karena yang terpenting adalah mengabdi terhadap negara Indonesia.
"Oleh sebab itu, ya, saya terima gaji saya yang ada, (gaji boleh) lebih kecil, tetapi pengabdiannya lebih besar," tegas Mahfud.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai peserta Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowi-Mahfud MD, serta Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
Sementara itu, masa kampanye ditetapkan mulai Selasa, 28 November 2023, hingga tanggal 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



