
Turki Ungkap Minat Kolaborasi Bidang Parawisata dengan Indonesia

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan pihaknya berminat untuk memperkuat kolaborasi dengan Indonesia salah satunya dalam bidang pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan antar dua negara.
Erdogan menyampaikan bahwa kerja sama di bidang pariwisata dapat meningkatkan hubungan people-to-people atau orang ke orang antar kedua negara dan pernyataan itu disampaikan Erdogan dalam momen pernyataan pers bersama dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (13/2/2025).
"Tahun lalu, dari Indonesia sebanyak 200.300 turis berkunjung [ke Turki] dan dari Turki sebanyak 50.000 turis berkunjung [ke Indonesia]. Meskipun angka ini sangat menggembirakan tetapi saya kira angka ini masih di bawah potensi kita bersama," kata Erdogan menjelaskan dibutuhkannya kerja sama antar kedua negara di bidang pariwisata.
Baca Juga: Mendikdasmen Pastikan Gaji dan Tunjangan Guru Tak Terimbas Efisiensi
Agar dapat meningkatkan potensi tersebut, Erdogan berharap Turki dan Indonesia bisa sama-sama meningkatkan akses mobilitas ke masing-masing negara.
Dengan demikian, tujuan untuk meningkatkan hubungan antar orang ke orang yang memberikan pengalaman baru baik bagi masyarakat Turki maupun Indonesia bisa dicapai lewat jalur pariwisata.
"Kami juga menekankan pentingnya volume penerbangan flight carrier bagi negara masing-masing," kata Erdogan.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Kader Norma Ketenagakerjaan
Selain ketertarikan pada bidang pariwisata, Erdogan menyebutkan Turki juga terbuka untuk meningkatkan pengalaman hubungan orang ke orang dengan Indonesia lewat jalur pendidikan.
Menurutnya hingga awal 2025 sudah banyak pelajar asal Indonesia yang mendaftar dan antusias terhadap beasiswa yang disediakan oleh Pemerintah Republik Turki dan kini jumlahnya sudah mencapai 5000 orang.
"Kami memandang sebanyak 5.000 orang pelajar Indonesia yang belajar di Turki sebagai duta-duta kebudayaan. Dalam hal ini Yunus Emre Institute, Turkish Maarif Foundation, dan TIKA (Turkish Cooperation and Coordination Agency) akan terus meneruskan upaya mengembangkan hubungan people to people ini," ujar Erdogan.*
Pilihan Redaksi
ImigrasiBantah Maladministrasi, Imigrasi Karawang Jelaskan Kasus Ruhyani
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



