News

RI Kirim 200 Pemuda ke Jepang untuk Belajar Pembangunan Desa

Afifah - VOICEIndonesia.co11 Juni 2026 pukul 21.32 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto
Foto: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)
Iklan
Temukan lebih banyak
Referensi Geografis
Peta
Panduan Kota & Daerah

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto resmi mengukuhkan sekaligus melepas 200 pemuda dari angkatan pertama Program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia untuk bertolak ke Jepang. 

Langkah strategis ini diambil pemerintah demi memperluas wawasan global generasi muda praja yang diproyeksikan menjadi motor penggerak sterilisasi kemiskinan saat kembali ke daerah asal.

Iklan

"Kami berharap mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja ketika kembali ke Indonesia. Pengalaman dan ilmu yang diperoleh di Jepang diharapkan dapat diterapkan untuk membangun desa-desa di Tanah Air," ucap Mendes Yandri Susanto di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Yandri memaparkan bahwa 200 pemuda yang terpilih dalam program penajaman kompetensi internasional ini merupakan representasi dari berbagai wilayah pedesaan yang tersebar di 15 provinsi di Indonesia. 

Program ini diklaim sebagai aksi nyata Kemendes PDT untuk melahirkan SDM lokal yang kompetitif di pasar global, namun tetap memiliki ikatan emosional kuat untuk memajukan tanah kelahirannya.

Cetak biru pengiriman pemuda ke luar negeri ini dirancang demi mengoptimalisasi modal alam nusantara yang luar biasa besar, di mana Indonesia saat ini tercatat memiliki 75.265 desa. 

Puluhan ribu kawasan tersebut dinilai menyimpan potensi raksasa untuk dikembangkan menjadi kluster desa ekspor, desa wisata, desa energi, hingga desa swasembada air yang mandiri.

Demi memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan tersebut, Kemendes PDT tidak bergerak sendiri. Pihaknya mengumumkan jalinan kerja sama strategis dengan lembaga pendidikan tinggi nasional melalui pemberian kuota awal sebanyak 500 beasiswa gratis bagi anak-anak berprestasi dari desa agar bisa mengenyam bangku universitas.

"Keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan Octahelix yaitu sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan elemen masyarakat lainnya," kata Mendes Yandri.

Iklan

Kebijakan peningkatan mutu pemuda tani dan desa ini dinilai berjalan linear dengan visi besar Asta Cita ke-6 yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto. 

Poin tersebut mengamanatkan akselerasi pembangunan dari wilayah pinggiran dan akar rumput demi terciptanya pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan yang radikal.

Aksi progresif kementerian ini turut mendapat kawalan langsung dari istana. Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, yang hadir dalam acara pengukuhan tersebut menyatakan dukungannya secara total terhadap program peningkatan kapasitas kepemudaan ini.

"Pemuda desa memiliki peran besar dalam masa depan bangsa. Setelah mendapatkan ilmu dan pengalaman di Jepang, mereka diharapkan kembali ke Indonesia untuk membangun daerahnya masing-masing dan menciptakan manfaat bagi masyarakat," kata Raffi Ahmad.

Melalui sinergi lintas sektor ini, pembangunan ekonomi makro nasional diproyeksikan akan berjalan jauh lebih kokoh karena ditopang oleh kemandirian sektor mikro di pedesaan. 

Program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia diharapkan menjadi batu pijakan strategis dalam mencetak agen perubahan yang inovatif dan siap membawa Indonesia bersaing di kancah internasional. (af)

Pilihan Redaksi

Dua Agen Penyalur PMI Dibekukan, Satu Izinnya Dicabut Karena Langgar AturanPekerja Migran Indonesia

Dua Agen Penyalur PMI Dibekukan, Satu Izinnya Dicabut Karena Langgar Aturan

Afifah·11 June 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow
#Tags:#News

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

News

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Made with Emergent

-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate
-->