VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hilirisasi) sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan, kantor kementerian koordinator yang baru itu untuk sementara tetap berada di Kementerian ESDM. Hal itu disampaikan Bahlil kepada wartawan di sela Investor Daily Summit di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
"Kantornya akan tetap di Kementerian ESDM sambil kita melihat perkembangan. Karena saya melihat bahwa fokus kita kan hilirisasi, dari total investasi 100 persen, 90 persen itu ada di sektor ESDM," kata Bahlil.
Bahlil mengungkapkan, kementerian yang sudah pasti berada di bawah Kemenko Hilirisasi adalah Kementerian ESDM serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kemungkinan juga ada satu hingga dua kementerian lain yang terkait dengan industrialisasi, termasuk Kementerian Perindustrian.
"Kalau kita bicara hilirisasi kan kita bicara industrialisasi. Karena instrumen daripada hilirisasi untuk mencapai nilai tambah ya industri," ujarnya.
Sebelumnya, Bahlil menyampaikan bahwa kementerian koordinator baru itu dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi dari Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan akan menjalankan tugas dengan baik dalam dua jabatan yang diembannya.
Presiden Prabowo melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi yang merangkap Menteri ESDM pada Kamis (1/10/2026). Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih 2024–2029, yang ditetapkan pada 30 September 2026.



























