VOICE Indonesia
News

DPR Pantau Penyelamatan WNI Yang Disandera Perompak Somalia

Afifah - VOICEIndonesia.co
Salah satu korban MT Honour 25 yang disandera Perompak Somalia
Foto: Salah satu keluarga korban MT Honour 25 yang disandera Perompak Somalia(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Makassar – VOICEINDONESIA.CO, Makassar – Pemerintah terus mengupayakan pembebasan empat warga negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh perompak Somalia sejak 21 April 2026. Para WNI tersebut merupakan awak kapal tanker MT Honour 25 berbendera Oman yang dibajak saat mengangkut minyak di perairan Somalia.

Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI, menegaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah menempuh berbagai jalur komunikasi, termasuk koordinasi dengan aktor non-negara (non-state actor).

“Intinya, komprehensif pendekatan, kita terus lakukan. Semua cara akan kita tempuh, baik diplomasi maupun pendekatan nonstate actor," ujar Syamsu Rizal di sela Musyawarah Besar IKA Unhas di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/5/2026).

Mantan Wakil Wali Kota Makassar ini menambahkan bahwa saat ini Menlu, Sugiono bersama Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Heni Hamidah terus memonitor situasi secara langsung.

Berdasarkan laporan terakhir, kondisi para sandera dipastikan dalam keadaan sehat.

"Kondisi para korban saat ini dilaporkan dalam keadaan baik. Mudah-mudahan empat orang kita ini bisa segera dibebaskan. Sampai saat ini ada jaminan mereka masih sehat," tuturnya.

Empat WNI yang disandera tersebut teridentifikasi sebagai Ashari Samadikun (Kapten) asal Gowa dan Faizal (Mualim) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Sementara dua korban lainnya berasal dari Pemalang, Jawa Tengah, dan Bogor, Jawa Barat. Total terdapat 17 awak kapal dari berbagai negara yang berada di bawah penguasaan perompak.

DPR RI mendorong agar pemerintah mengedepankan aspek kemanusiaan dan keselamatan sandera sebagai prioritas utama dalam proses negosiasi.

Perlindungan WNI di luar negeri ditekankan sebagai amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar, terutama mengingat adanya ancaman dan permintaan uang tebusan dari pihak pembajak.

Keluarga korban, khususnya di Sulawesi Selatan, menaruh harapan besar agar pemerintah pusat dapat segera memulangkan para awak kapal dalam kondisi selamat.

Pilihan Redaksi

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMIPekerja Migran Indonesia

PHK Meningkat, Pemerintah Diminta Perluas Penempatan PMI

Afifah· 17 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.