22 Persen Jemaah Haji RI Lansia, DPR Minta Kemenag Tambah Fasilitas Kursi Roda
VOICEINDONESIA.CO, Makkah – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Netty Prasetiyani Aher, mendesak Kementerian Agama untuk segera menambah fasilitas kursi roda bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Langkah mitigasi ini dinilai krusial menjelang puncak pergerakan ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, Netty menegaskan bahwa pemenuhan logistik ramah lansia harus menjadi prioritas mutlak demi menjamin keselamatan jemaah di tengah draf jalur Armuzna yang terkenal padat dan menguras energi.
“Visi Pemerintah tahun 2026 adalah Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan. Ini harus diimplementasikan dalam bentuk pemenuhan pelayanan yang mengutamakan penghormatan, keadilan, non diskriminasi, kemudahan akses kesetaraan, dan menjaga martabat jemaah,” ujar Netty di Makkah, Senin (25/5/2026).
Data komprehensif yang dihimpun Timwas menunjukkan draf statistik yang menantang, di mana sekitar 22 persen dari total kuota 221 ribu jemaah haji Indonesia tahun ini masuk dalam kategori lansia.
Selain itu, draf manifes mencatat ada sedikitnya 7.488 jemaah yang sejak awal bergantung pada alat bantu kursi roda.
Kondisi draf kerentanan fisik ini diproyeksikan akan menghadapi ujian berat saat jutaan umat Muslim dari seluruh dunia menyatu di Armuzna di bawah paparan cuaca panas ekstrem khas Arab Saudi.
Guna mengantisipasi risiko draf kegawatdaruratan, Politisi dari Fraksi PKS ini mengusulkan formula teknis berupa penyediaan minimal 50 unit kursi roda untuk setiap kelompok terbang (kloter).
Fasilitas penunjang tersebut dinilai bukan lagi sekadar bantuan teknis opsional, melainkan hak draf perlindungan dasar kemanusiaan yang wajib digaransi oleh negara.
Selain menyuarakan draf penambahan alat bantu mobilitas, Netty juga meminta panitia penyelenggara untuk memperluas kebijakan afirmatif seperti skema mabit murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus) bagi lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Pola proteksi berlapis ini diharapkan mampu meminimalisir draf fatalitas dan memberikan kepastian ibadah yang aman serta manusiawi bagi seluruh draf jemaah Indonesia. (af)
Pilihan Redaksi
NasionalMarak Penipuan Pendaftaran Titik SPPG, BGN Angkat Suara
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menegaskan secara hukum bahwa institusinya tidak pernah menjalin kerja sama dengan pihak atau organisasi mana pun terkait proses pendaftaran titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pernyataan tegas ini
Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.
Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

















