VOICE Indonesia
News

Pekerja Indonesia di Timur Tengah Alami Trauma Psikologis

Sintia Nur Afifah - VOICEIndonesia.co
Pekerja Indonesia di Timur Tengah Alami Trauma Psikologis
Pekerja Indonesia di Timur Tengah Alami Trauma Psikologis
VOICEINDONESIA.CO, Jakarta - Beberapa pekerja migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah mengalami trauma psikologis akibat eskalasi konflik meski belum ada yang terdampak secara fisik. Trauma terjadi karena bom jatuh di dekat apartemen mereka, namun hingga saat ini belum ada instruksi evakuasi dari pemerintah Iran maupun KBRI. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtaurdin mengungkap hal ini saat merespons pertanyaan wartawan terkait kondisi PMI di kawasan Timur Tengah. Ia menjelaskan terjadi eskalasi yang cukup tinggi di Timur Tengah, khususnya Iran dan beberapa negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain. "Yang kedua, belum ada laporan juga dari pekerja migran kita yang terdampak, ya secara mungkin harus di-evakuasi dan lain-lain. Ada hanya, ada beberapa pekerja migran yang dipahit, itu yang bukan dampak fisik, tetapi psikologis. Karena trauma," kata Mukhtaurdin di Jakarta, Kamis (5/3/2026). PMI yang mengalami trauma psikologis sudah mendapat pembinaan dan pendampingan dari pemerintah. Mukhtaurdin menjelaskan trauma terjadi karena bom jatuh di dekat apartemen mereka, meski secara fisik tidak ada yang mengalami cedera. Kementerian P2MI bersama perwakilan Indonesia di luar negeri terus memantau perkembangan konflik. Pemerintah telah membangun crisis center dan hotline laporan khusus untuk PMI di kawasan konflik yang bisa dihubungi kapan saja jika ada situasi darurat. "Traumatik, ada bom jatuh di dekat apartemennya, adanya traumatiknya. Dan itu pun sudah salah satu pembinaan pendampingan kita. Prinsipnya, Kementerian KP2MI bersama perwakilan kita di luar negeri, KBRI, KJRI, terus memantau," jelasnya. KBRI juga proaktif menyampaikan informasi melalui seluruh kanal media, baik media sosial maupun informasi langsung kepada PMI. Negara dan pemerintah bersama KBRI dan KJRI akan all out memantau dan mengikuti perkembangan detik demi detik eskalasi yang terjadi di Timur Tengah.

Baca Juga : Lindungi dari Hulu ke Hilir, Pemerintah Canangkan Kampanye Nasional PMI 2026 "Dan kami telah membangun krisis center dan kita sudah membangun, sudah memanjakan hotline laporan dari pendapatan migran jika ada sesuatu, segera kita laporkan. Dan KBRI juga proaktif menyampaikan informasi, baik di seluruh kanal-kanal media, baik di sosmed maupun informasi masing-masing," katanya. Mukhtaurdin mengungkapkan jumlah PMI di Iran tidak banyak, paling sekitar ratusan orang yang bekerja secara mandiri sebagai domestic workers. Iran bukan salah satu negara tujuan penempatan resmi mengingat situasi keamanan yang tidak baik. "Di Iran ada. Ada tapi tidak banyak. Dan itu bukan penempatan kita ya. Ini penempatan secara mandiri mereka. Karena memang Iran kan bukan salah satu tujuan negara penempatan ya. Karena memang situasinya tidak baik untuk kondisi keamanannya. Tapi ada, tapi tidak banyak. Angkanya mungkin paling seratusan," tegasnya. Kondisi PMI di Iran saat ini masih dalam kontrol pemerintah Iran dan perwakilan Indonesia. Belum ada laporan yang mengkhawatirkan dan belum ada instruksi evakuasi dari KBRI di Iran, sehingga semuanya masih dalam kondisi under control. Baca Juga : Kemenp2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring dan Hotline Khusus Timur Tengah Mukhtaurdin menambahkan kemarin sudah mendapat video dari PMI di Iran yang sedang jalan-jalan. Mereka mengatakan kondisi di sana biasa-biasa saja, masih bisa jalan-jalan, puasa, dan anak mereka masih sekolah seperti biasa. "Kemarin juga sudah dapat, dapat apa? Dapat vlog, dapat video dari teman-teman kita di Iran. Mereka sedang bikin video sambil jalan-jalan. Dia bilang, kami disini biasa-biasa aja. Kami jalan. Kami ke puasa. Anak saya saya juga baru, anak saya sekolah. Jadi ya, artinya Alhamdulillah itu memberikan ketenangan ya, bagi kita," jelasnya. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan mengingat eskalasi terus meningkat. Langkah-langkah darurat sudah dipersiapkan bersama perwakilan Indonesia dengan KBRI di depan dan KemenP2MI sebagai supporting untuk sosialisasi kepada keluarga pekerja migran di Indonesia. "Tapi tetap kita pantau. Meskalasinya kan meningkat terus. Ini kan tidak... Dan langkah-langkah langkah-langkah darurat sudah kita persiapkan. Tentu bersama perwakilan kita. Jadi, KJRI di depan, KBLI di depan, kita supporting daripada itu untuk sosiasi kepada keluarga-keluarga pekerjaan migran yang ada di Indonesia," pungkasnya. (Sin/Ri) Pilihan Redaksi : Ekstradisi Atau Represi: Jangan Manjakan Kriminal Siber

Baca Berita Lainnya di Google News

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
#KP2MI#Pekerja#PMI di timur Tengah#trauma psikologis
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.