VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional di sekitar kawasan DPR/MPR RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, selama unjuk rasa mahasiswa, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto.
Budi menyebut rekayasa itu menyesuaikan arus kendaraan dan perkembangan kegiatan di lapangan. Ia mengimbau masyarakat yang melintas di sekitar lokasi merencanakan perjalanan lebih awal, mempertimbangkan jalur alternatif, dan mengikuti arahan petugas.
“Silakan sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Polri hadir sebagai penjaga demokrasi, melayani masyarakat yang menyampaikan pendapat sekaligus menjaga hak masyarakat lainnya untuk tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman. Rekayasa lalu lintas dilakukan secara situasional sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).
Budi menyatakan personel juga disiapkan di jalur pergerakan peserta, kawasan strategis, dan titik pengaturan lalu lintas. Polda Metro Jaya mencatat 47 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum hari ini di Jakarta dan sekitarnya, dengan salah satu titik konsentrasi massa di depan Gedung DPR.
Ia menyebut 3.983 personel gabungan disiapkan, terdiri atas 3.219 personel Polri, 255 personel TNI, 109 personel Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dan 400 personel pengamanan dalam. Penempatan menyesuaikan karakter, lokasi, dan kebutuhan tiap kegiatan.
Budi menyatakan pelayanan kepolisian mengedepankan komunikasi serta pendekatan persuasif dan humanis. Personel diarahkan tetap profesional, prosedural, proporsional, dan terukur dengan mengutamakan keselamatan semua pihak.
Menurutnya, pelayanan itu bertujuan memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman dan tertib, sekaligus menjaga aktivitas warga lainnya tetap berjalan.



























