VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Sekitar 12 ribu umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, untuk mengikuti puncak perayaan Golden Jubilee 2026. Dalam momentum peringatan 50 tahun Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia tersebut, umat memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa, termasuk memohon perlindungan dari ancaman bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Doa bersama ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan yang tidak hanya berfokus pada ungkapan syukur atas perjalanan lima dekade gerakan tersebut, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa dan masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Ketua Panitia Golden Jubilee 2026, Okie Ismanto, mengatakan rangkaian doa bagi keselamatan Indonesia telah dilakukan sepanjang tahun dengan melibatkan umat dari berbagai daerah di Tanah Air.
Salah satunya melalui doa Rosario bertema Bunda Maria Mempelai Roh Kudus Menyapa Nusantara. Doa tersebut telah dibawa berkeliling ke sembilan konvenda di berbagai wilayah Indonesia dan mencapai puncaknya dalam perayaan Golden Jubilee 2026.
“Sepanjang tahun kita sudah mendoakan demi keselamatan bangsa kita, demi kelancaran teman-teman yang sedang berusaha dan mencari kerja, serta teman-teman yang terkena dampak bencana,” kata Okie.
Menurut Okie, doa bersama yang diikuti ribuan umat tersebut tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Jakarta, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ia berharap rangkaian doa tersebut dapat menjadi dukungan moral dan spiritual bagi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, baik akibat bencana maupun dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup.
Sementara itu, Uskup Delegatus Penasihat Episkopal BPN PKK Indonesia, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, menegaskan bahwa doa bagi bangsa dan negara merupakan bagian dari kehidupan iman umat Katolik, bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu.
Ia menjelaskan, umat Katolik secara rutin mendoakan para pemimpin dan kesejahteraan masyarakat Indonesia dalam perayaan Ekaristi setiap hari Minggu.
“Gereja Katolik bukan karena momen tertentu berdoa kepada pemerintah, untuk kebaikan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Hampir setiap hari Minggu ada teks mendoakan para pemimpin, presiden, dan seterusnya,” ujar Fransiskus.
Ia berharap Indonesia senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan sehingga mampu melewati berbagai kesulitan yang dihadapi, termasuk ancaman bencana dan persoalan sosial di tengah masyarakat.
Melalui perayaan Golden Jubilee 2026, umat Katolik berharap semangat persaudaraan, kepedulian, dan doa bersama dapat terus terpelihara sebagai bagian dari kontribusi spiritual bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain menjadi ungkapan syukur atas perjalanan 50 tahun Gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di Indonesia, momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas untuk menguatkan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan di berbagai wilayah Nusantara. (rnm)



























