VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

1.063 Calon Pekerja Migran Ikuti Seleksi Kerja Luar Negeri

Afifah - VOICEIndonesia.co
Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas
Foto: Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas(Foto: dok./voiceindonesia.co/ist)

VOICEINDONESIA.CO, Semarang – Sebanyak 1.063 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari puluhan provinsi bersaing memperebutkan kuota penempatan kerja di sektor perikanan melalui skema kerja sama antar-pemerintah (Government to Government) ke Korea Selatan. 

Saringan ketat ini digelar melalui ujian kompetensi Skill Test UBT (Ubiquitous-Based Test) Umum yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).

Seleksi yang berlangsung selama dua hari di Kota Semarang ini menjadi gerbang krusial bagi para pelamar lokal di tengah sengitnya persaingan tenaga kerja global di kawasan Asia Timur.

KP2MI memperingatkan bahwa kelulusan tes teknis ini baru merupakan tahap awal, karena para pahlawan devisa Indonesia nantinya harus berhadapan langsung dengan gelombang ekspatriat terampil dari belasan negara berkembang lainnya yang mengincar industri serupa.

“Jangan hanya mengikuti skill test lalu berhenti belajar. Terus tingkatkan kemampuan di bidang perikanan dan penguasaan bahasa. Kalau sekarang belum bisa, mulai sekarang terus belajar bahasanya,” kata Direktur Jenderal Penempatan KP2MI, Ahnas, saat meninjau langsung pelaksanaan ujian di MG Setos Hotel, Semarang, Minggu (5/7/2026).

Ahnas memaparkan bahwa posisi tawar tenaga kerja Indonesia di mata perusahaan-perusahaan perikanan di Korea Selatan sangat ditentukan oleh penguasaan bahasa asing serta pemahaman mendalam terkait teknologi penangkapan dan budidaya laut modern.

Kemampuan adaptasi linguistik menjadi modal utama yang paling disorot oleh pemberi kerja di luar negeri untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja akibat salah komunikasi di atas kapal atau di pusat pengolahan.

“Kita bersaing dengan 16 negara yang juga menempatkan pekerjanya ke Korea Selatan. Artinya, mulai sekarang harus terus berjuang meningkatkan kemampuan, khususnya di bidang perikanan,” ujar Ahnas.

Di samping pemenuhan rapor kompetensi akademis dan teknis perikanan, otoritas pekerja migran juga menyoroti pentingnya pembinaan karakter dan regulasi emosi para peserta sebelum diterbangkan ke negara tujuan.

Ketahanan mental yang kokoh serta disiplin etos kerja yang tinggi dinilai menjadi benteng pertahanan utama bagi para pekerja dalam menghadapi tantangan budaya, suhu cuaca ekstrem, serta sistem kerja yang serbacepat di Korea Selatan.

“Sikap mental juga penting. Kesiapan bekerja dan kesiapan mental harus terus dibina sejak sekarang, bersamaan dengan peningkatan kompetensi,” tutur Ahnas.

KP2MI memberikan apresiasi tinggi atas meluasnya sebaran wilayah asal para peserta seleksi tahun ini yang tidak lagi tersentralisasi di Pulau Jawa saja, melainkan mencakup representasi dari 20 provinsi, termasuk dari Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, hingga daratan Sumatra.

Tingginya antusiasme lintas pulau ini membuktikan bahwa program penempatan jalur resmi G to G kian dipercaya oleh masyarakat luas sebagai jalur migrasi kerja yang aman, legal, transparan, serta bebas dari jeratan sindikat penyalur tenaga kerja ilegal. (af)

Pilihan Redaksi

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi SorotanNasional

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan

Afifah· 16 July 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.