VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Kepala BP3MI NTT: Kerja ke Luar Negeri Harus Lewat Jalur Resmi

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi2 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Puluhan peserta berompi cokelat muda duduk di kursi lipat dan kursi plastik merah di dalam ruangan berjendela krawang dan berlantai keramik putih. Seorang peserta berdiri sambil memegang mikrofon. Di sisi kanan, seorang perempuan berhijab hitam dan berkemeja biru bergaris berdiri menghadap peserta. Di kursi depan terlihat tas hitam bertuliskan "SMK Go Global".
Peserta Program SMK Go Global mengikuti sosialisasi peluang kerja luar negeri yang digelar BP3MI NTT di Lembaga Vokasi Universitas San Pedro, Kupang.(Foto: Voiceindonesia.co/KP2MI)

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Suratmi Hamida menegaskan, calon pekerja migran harus menempuh proses bekerja ke luar negeri melalui prosedur resmi agar hak dan pelindungannya terpenuhi. Hal itu disampaikan saat sosialisasi peluang kerja luar negeri kepada 80 peserta Program SMK Go Global di Lembaga Vokasi Universitas San Pedro, Kupang.

Sosialisasi berlangsung pukul 12.00–14.00 WITA sebagai bagian dari Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Suratmi memimpin kegiatan itu bersama tim penanggung jawab (person in charge) BP3MI NTT untuk Lembaga Vokasi Universitas San Pedro. Selain 80 peserta, kegiatan ini diikuti panitia lokal peningkatan kapasitas dan para instruktur.

"Yang tidak kalah penting, pastikan seluruh proses bekerja ke luar negeri dilakukan melalui prosedur resmi agar hak dan pelindungan sebagai pekerja migran dapat terpenuhi," ujar Suratmi dilansir Selasa (7/10/2026).

Peserta mendapat penjelasan tentang peluang kerja di berbagai negara tujuan, prosedur penempatan resmi, persyaratan bekerja ke luar negeri, dan pentingnya penguasaan keterampilan serta bahasa asing. Mereka juga mendapat penjelasan tentang pelindungan pekerja migran sebelum, selama, dan setelah bekerja.

Suratmi memotivasi peserta agar memanfaatkan Program SMK Go Global dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, peningkatan kompetensi merupakan modal penting untuk menghadapi persaingan di pasar kerja internasional. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal agar siap bersaing.

"Kesempatan bekerja di luar negeri harus dipersiapkan dengan kompetensi, keterampilan, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik," katanya.

Suratmi juga menekankan bahwa bekerja ke luar negeri tidak hanya soal memperoleh penghasilan, tetapi juga kesempatan meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, dan kualitas diri. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri secara profesional dan memahami hak serta kewajibannya sebagai calon pekerja migran.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi BP3MI NTT dengan lembaga vokasi dalam menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten, terampil, dan memahami pentingnya pelindungan.

Ringkasan AI

Kepala BP3MI NTT menegaskan calon pekerja

Powered by Ajakin.id — AI Engine

Pilihan Redaksi

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-PolriNasional

Presiden Prabowo Sampaikan Taklimat kepada 800 Perwira Tinggi TNI-Polri

M. Rizki· 07 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.