VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Suratmi Hamida menegaskan, calon pekerja migran harus menempuh proses bekerja ke luar negeri melalui prosedur resmi agar hak dan pelindungannya terpenuhi. Hal itu disampaikan saat sosialisasi peluang kerja luar negeri kepada 80 peserta Program SMK Go Global di Lembaga Vokasi Universitas San Pedro, Kupang.
Sosialisasi berlangsung pukul 12.00–14.00 WITA sebagai bagian dari Pelatihan Peningkatan Kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Suratmi memimpin kegiatan itu bersama tim penanggung jawab (person in charge) BP3MI NTT untuk Lembaga Vokasi Universitas San Pedro. Selain 80 peserta, kegiatan ini diikuti panitia lokal peningkatan kapasitas dan para instruktur.
"Yang tidak kalah penting, pastikan seluruh proses bekerja ke luar negeri dilakukan melalui prosedur resmi agar hak dan pelindungan sebagai pekerja migran dapat terpenuhi," ujar Suratmi dilansir Selasa (7/10/2026).
Peserta mendapat penjelasan tentang peluang kerja di berbagai negara tujuan, prosedur penempatan resmi, persyaratan bekerja ke luar negeri, dan pentingnya penguasaan keterampilan serta bahasa asing. Mereka juga mendapat penjelasan tentang pelindungan pekerja migran sebelum, selama, dan setelah bekerja.
Suratmi memotivasi peserta agar memanfaatkan Program SMK Go Global dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, peningkatan kompetensi merupakan modal penting untuk menghadapi persaingan di pasar kerja internasional. Ia berharap seluruh peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal agar siap bersaing.
"Kesempatan bekerja di luar negeri harus dipersiapkan dengan kompetensi, keterampilan, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi yang baik," katanya.
Suratmi juga menekankan bahwa bekerja ke luar negeri tidak hanya soal memperoleh penghasilan, tetapi juga kesempatan meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, dan kualitas diri. Karena itu, peserta perlu mempersiapkan diri secara profesional dan memahami hak serta kewajibannya sebagai calon pekerja migran.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi BP3MI NTT dengan lembaga vokasi dalam menyiapkan calon pekerja migran yang kompeten, terampil, dan memahami pentingnya pelindungan.



























