VOICE Indonesia
Pekerja Migran Indonesia

Bidik Pasar Kerja Dunia, SMK Go Global Siapkan Ratusan Ribu Pekerja Migran

S Nurafifa - VOICEIndonesia.coEditor: Redaksi3 menit baca
VOICE Indonesia di Google
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin dalam kunjungan kerja di UKRI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).(Foto: Voiceindonesia.co/Humas KP2MI)

VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global, kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin.

Mukhtarudin meninjau pelaksanaan pelatihan program itu di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI). Ia menyebut program ini juga memperkuat pelindungan pekerja migran sejak sebelum keberangkatan.

“SMK Go Global merupakan upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global. Program ini juga menjadi bentuk pelindungan dari hulu, dengan membekali peserta kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja internasional agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi,” kata Mukhtarudin dalam kunjungan kerja di UKRI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).

Mukhtarudin menyebut hingga 4 Oktober 2026 tercatat 212.182 peluang kerja luar negeri masih terbuka. Data Sistem Informasi Pasar Kerja Luar Negeri (SIP2MI) mencatat dari 287.291 posisi, sebanyak 75.109 posisi atau 26,14 persen telah terserap. Sisanya, 73,86 persen, menunggu tenaga kerja yang memenuhi kualifikasi.

Ia menjelaskan peserta pelatihan SMK Go Global dari BP3MI Jawa Barat mencapai 1.319 orang per 8 Oktober 2026. Jumlah itu tertinggi sementara dibanding wilayah kerja BP3MI lainnya.

Di UKRI, 175 peserta mengikuti pelatihan dalam sembilan kelas:

Mukhtarudin menyatakan pelatihan itu berupa peningkatan kompetensi (upskilling) bagi peserta yang sudah punya kemampuan dasar. Pelatihan dan sertifikasi diharapkan membuat kemampuan peserta memenuhi standar dunia kerja internasional. Seluruh pelatihan dibiayai APBN.

“Penguatan tenaga kerja terampil semakin penting di tengah bonus demografi Indonesia. Ketika Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar, sejumlah negara justru menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat fenomena penuaan penduduk atau aging population,” imbuhnya.

Menurut Mukhtarudin, kondisi itu membuka peluang bagi Indonesia mengisi kebutuhan tenaga kerja global. Peluang itu harus diimbangi keterampilan, penguasaan bahasa asing, kedisiplinan, dan pemahaman budaya kerja negara tujuan.

Ia menyebut program ini berlandaskan Asta Mandala SMK Go Global, agar penempatan tidak hanya berorientasi pada jumlah pekerja yang diberangkatkan. Kementerian P2MI menargetkan 2.000 kelas pelatihan di 23 wilayah kerja BP3MI. UKRI menjadi mitra pelaksana dengan pelatihan yang berjalan sejak awal September 2026.

Target penempatan pekerja migran lewat SMK Go Global:

- 2026: 40.000 orang

- 2027: 140.000 orang

- 2028: 180.000 orang

- 2029: 140.000 orang

Mukhtarudin meminta peserta memanfaatkan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Ia menyebut penyiapan kompetensi sejak dari dalam negeri membantu calon pekerja mengakses peluang lewat prosedur resmi dan terhindar dari penempatan nonprosedural.

Wakil Rektor II UKRI Erdiansyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri P2MI dan pelaksanaan program itu di kampusnya. Ia berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi lebih konkret antara UKRI, Kementerian P2MI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BP3MI Jawa Barat, dan Dinas Tenaga Kerja.

Menurut Erdiansyah, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah diperlukan untuk membangun ekosistem pelatihan yang menjawab kebutuhan tenaga kerja global.

“Kita ingin agar ketika anak-anak muda Indonesia bekerja di luar negeri, mereka bukan hanya dikenal sebagai tenaga kerja, tetapi dikenal sebagai tenaga profesional Indonesia yang kompeten, berintegritas, berbudaya, dan mampu menjaga nama baik bangsa,” ujarnya.

Pilihan Redaksi

Pelunasan Biaya Haji 2027 Tunggu Keputusan Presiden Sepekan KedepanNasional

Pelunasan Biaya Haji 2027 Tunggu Keputusan Presiden Sepekan Kedepan

M. Rizki· 09 October 2026
Lihat berita ini di Google News
Ikuti VOICE Indonesia di Google News untuk update terbaru
Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Baca Juga

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.