
Pernah di Gagalkan BP2MI,PMI Asal Kalsel Sekarang Minta Pulang

VOICEINDONESIA.CO,Arab Saudi - Nurhidayah (34) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pandahan Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan baru kerja Empat Hari minta pulang ke Indonesia dengan alasan pekerjaan cukup berat dan tidak sesuai dengan yang di Janjikan.
Diduga PMI asal Kalsel tersebut di tempatkan dengan cara Unprosedural,berdasarkan data dan informasi yang di hinpun jurnalis VOICEIndonesia.co bahwa PMI tersebut sempat digagalkan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Jawa Barat pada Hari Minggu 24 Juli 2022, waktu itu ada 46 CPMI yang berhasil di amankan.
Nur menyampaikan ada pesan singkat yang di sampaikan dari pak Latif yang mengaku dari kantor di jakarta,isi pesan tersebut mempertanyakan alasan minta pulang dan ia mengingatkan bahwa jika PMI tersebut pulang lalu siapa yang menggantikan semua biaya proses yang sudah di keluarkan.
"kenapa begitu kalu ga ada masalah kenapa minta pulang,bekerja aja belum sudah pada minta pulang,siapa yang mau ganti semua biaya prosesnya nur," kata Latif melalui pesan singkat WhatsApp ke PMI Nur Rabu (7/9/2022)
Nur menceritakan,bahwa teman sama-sama PMI saat ini banyak yang minta pulang dan sudah ada yang membuat laporan ke Kedutaan ,namun telepon genggam mereka di sita sehingga tidak jelas kelanjutan atas laporan tersebut.
"teman-teman saya semua pada ingin pulang,ada yang sudah ngelapor ke kedutaan ,berhubung HP di sita jadi gak tau lagi ceritanya,sekarang kami tidak bisa ngapa-ngapain lagi hanya nangis yang bisa," ujar Nur saat di konfirmasi Jurnalis VOICEIndonesia.co Rabu (7/9/2022).
"tapi jangan kasih tahu ya..soalnya kalo di kasih tau kita bakalan mati sia-sia di sini,takutnya kalo ketahuan saya lapor,saya akan di kurung di penjara bawah tanah," lanjut Nur.
Masih kata Latif,ia mengucap syukur dan berusaha meyakinkan PMI Nur agar tetap bisa bersabar dan mengingatkan agar tidak banyak mendengarkan omongan orang lain,Latif mengingatkan agar Nur mempunyai Prisip untuk menjadi sukses.
"Alhamdulilah kalau kamu sudah bekerja sabar nur di dunia ini tidak ada yang instan nur semua harus bekerja keras nur jangan banyak dengarin orang,harus punya prinsip nur insyalloh sukses nur," ujar Latif
Nur menceritakan,bahwa ia bekerja hingga 17 jam dalam sehari dan ia juga rindu anaknya yang masih Balita.
"panjang ceritanya ,mending saya pulang nanti akan membuat laporan,siang malam kerja,dari jam 5 sampai jam 10 malam ,saya rindu anak saya," ujar Nur .(red)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



