VOICEINDONESIA.CO, Bandung – Akses pelatihan di Universitas Padjadjaran (Unpad) kini terbuka bagi masyarakat umum lewat Migrant Center tanpa harus menjadi mahasiswa.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin meresmikan Migrant Center dan meninjau fasilitas pelatihan pekerja migran di Unpad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/10/2026).
“Unpad ini sekarang memiliki visi untuk bisa lebih inklusif. Jadi, lebih banyak lagi masyarakat yang bisa menikmati kualitas pendidikan di Unpad tanpa perlu menjadi mahasiswa Unpad,” kata kata Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Jumat (9/10/2026).
Arief menjelaskan Unpad juga menyiapkan fasilitas pelatihan baru di kawasan Jalan Dago, Bandung, dengan penginapan, gedung pelatihan yang lebih besar, dan laboratorium yang lebih memadai. Pengembangan itu memungkinkan perluasan bidang pelatihan, termasuk keperawatan.
Mukhtarudin menyebut Migrant Center dirancang sebagai layanan terpadu (one-stop service). Layanannya mencakup informasi peluang kerja, pelatihan kompetensi, sertifikasi, penguasaan bahasa asing, dan pendampingan karier bagi calon pekerja migran.
“Bapak Presiden memberikan arahan kepada Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia agar meningkatkan kualitas pelindungan dari sebelum, selama, dan setelah bekerja serta mengoptimalkan penempatan Pekerja Migran Indonesia terampil dari medium-high skill,” tutur Mukhtarudin.
Ia menyatakan pemerintah mendorong penyiapan 500.000 pekerja migran sesuai kebutuhan industri internasional. Program SMK Go Global menjadi salah satu langkahnya, dengan target penempatan 40.000 orang pada 2026 dan 140.000 orang pada 2027.
Mukhtarudin menambahkan Kementerian P2MI telah bekerja sama dengan 12 kementerian/lembaga lewat 258 lembaga vokasi, dengan kapasitas pelatihan 248.141 orang per tahun. Ia juga mendorong mahasiswa dan sivitas akademika berperan dalam edukasi migrasi aman.



























