
Viral, Pengakuan PMI Riyadh Jadi Korban Budak Seks

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Berdasarkan pengakuan dalam video yang berdurasi 2 menit 43 detik yang viral di media sosial, para pahlawan devisa ini mengalami penderitaan yang luar biasa di luar batas kemanusiaan.
Dalam rekaman tersebut, salah satu korban mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai beban kerja yang sangat tidak manusiawi yang harus mereka tanggung setiap harinya. "Aku itu harus ngelayanin 15 orang dalam sehari," tutur wanita tersebut dengan suara yang terdengar sangat berat dan penuh beban.
Beban kerja yang mengerikan itu bahkan jika diakumulasikan dalam satu bulan mencapai angka yang sangat fantastis sekaligus mengerikan bagi kesehatan mental dan fisik mereka. "Kalau dalam sebulan 450 orang. Kita harus nyampai target, kalau nggak nyampai kita nggak dapat gaji," tambahnya menjelaskan sistem kerja paksa yang diterapkan pelaku.
Kekejaman tidak berhenti pada eksploitasi seksual semata, namun juga disertai dengan ancaman kekerasan fisik yang dilakukan secara rutin apabila target tidak terpenuhi. "Kalau nggak nyampai target nggak digaji, terus dipukuli sama bangsat itu," ungkap kedua wanita tersebut secara bersamaan sambil mengenang trauma yang mereka alami.
Diketahui kedua korban pada awalnya tergiur oleh janji manis mengenai gaji yang besar serta proses keberangkatan yang sangat cepat menuju Arab Saudi. Mereka berangkat dengan membawa harapan besar untuk memperbaiki taraf hidup keluarga di kampung halaman melalui pekerjaan yang mereka sangka layak.
Namun, setibanya mereka di Arab Saudi, situasi justru berbanding terbalik dari apa yang dibayangkan sebelumnya dan menjadi awal dari mimpi buruk yang panjang. Dokumen pribadi milik korban langsung disita oleh pelaku, dan mereka dipaksa melakukan pekerjaan yang sangat tidak semestinya di bawah pengawasan ketat.
Modus penipuan ini juga melibatkan manipulasi identitas agar para pelaku tidak mudah terlacak oleh pihak berwenang maupun keluarga korban di tanah air. "Dia pakai samaran fotonya, nggak pakai foto dia asli," jelas korban saat ditanya mengenai identitas sosok bernama Sarah yang menjerat mereka melalui media sosial.
Niat tulus para korban untuk mencari nafkah yang bersih demi masa depan buah hati mereka justru dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. "Niat kita dari Indonesia ke sini mau kerja yang halal buat anak, tapi malah terjerumus kayak gitu," isak salah satu wanita tersebut di hadapan pewawancara.
Beruntung, kedua wanita ini memiliki keberanian yang luar biasa untuk melarikan diri saat diajak keluar untuk membeli pakaian seksi yang akan digunakan bekerja. Di tengah keramaian pusat perbelanjaan, mereka memanfaatkan kelengahan pelaku untuk lari sejauh mungkin dan bersembunyi di gang-gang sempit demi menyelamatkan nyawa.
Dari peristiwa yang sangat memprihatinkan tersebut, diduga kuat mereka telah menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang sistematis. Mereka diduga sengaja dikirim oleh sindikat penempatan PMI secara tidak resmi yang mengabaikan prosedur perlindungan tenaga kerja internasional.
Peristiwa kelam ini menjadi pengingat keras bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya berangkat ke luar negeri melalui jalur resmi yang disediakan pemerintah. Niat mencari kerja sepatutnya dilakukan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang sah dan terdaftar di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI).(as/red)
Pilihan Redaksi
NasionalAnggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.
Baca Juga
Komentar (0)
Login dulu untuk meninggalkan komentar.
Paling Banyak Dibaca

Bahlil: Blok Masela Serap 12 Ribu Tenaga Kerja, Prioritaskan Putra Daerah Maluku
Ketenagakerjaan

Dua Pelaut India Tewas di Selat Hormuz, New Delhi Larang Kapalnya Lewati Selat
Internasional

Produsen Kosmetik Ilegal di Kota Malang dan Kediri Digerebek
Daerah

Jersey Pramusim 2026 persembahan untuk legenda Persebaya Eri Irianto
Olahraga

Anggaran Penanganan Korban di Komnas Perempuan Jadi Sorotan
Nasional
Editorial

Darurat TPPO: Kedubes Arab Saudi Harus Ikut Bertanggungjawab
Editorial

Mengawal Hak Asasi Pelaut Kita dan Peran Vital SPPI di Laut Lepas Taiwan
Editorial

Manipulasi Dokumen: Awal Petaka Pekerja Migran Indonesia
Editorial

Kawal Revisi UU PPMI Demi Keselamatan Pekerja Migran
Editorial

Darurat Mafia Paspor, Dirjen Imigrasi Harus Tegas
Editorial
Komentar Terbaru
Belum ada komentar.



